Merauke (buseronline.com) - Universitas Musamus Merauke menjadi tuan rumah kuliah umum dan forum jaring aspirasi bertajuk “Diktisaintek Berdampak untuk Papua Selatan”, Kamis.Acara ini menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto yang menyampaikan pidato inspiratif di hadapan civitas akademika, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintah daerah.Kegiatan ini menandai dimulainya langkah strategis Kementerian Diktisaintek untuk memperkuat peran perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia sebagai pusat pertumbuhan dan pemecahan masalah berbasis riset.Dalam sambutannya, Menteri Brian menekankan pentingnya Merauke sebagai bukan hanya ujung geografis Indonesia, melainkan juga simbol kekuatan budaya dan semangat kebangsaan. Ia menyebut Kabupaten Merauke yang menjadi ibu kota Papua Selatan memiliki peran strategis dalam kemajuan pendidikan tinggi.“Saya melihat semangat luar biasa dari mahasiswa, bahkan yang berasal dari daerah dengan keterbatasan akses. Ini membuktikan bahwa semangat bisa mengalahkan segala keterbatasan,” ujar Menteri Brian.Menteri Brian juga menyoroti filosofi lokal “Musamus” yang berarti sarang semut sebagai lambang kolaborasi dan gotong royong. Ia menilai filosofi ini mencerminkan semangat kolektif dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih baik di Papua Selatan.“Ketika kolaborasi berjalan, ketika saling menutupi kelemahan, maka akan lahir kekuatan besar,” ungkapnya.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pengajaran, tetapi juga harus menjadi pusat solusi bagi berbagai tantangan pembangunan daerah.“Kampus adalah tempat orang-orang yang memiliki kedalaman pengetahuan. Jika ada persoalan di daerah, datanglah ke kampus untuk mencari solusi,” imbuhnya.Kuliah umum ini juga dirangkaikan dengan forum aspirasi, di mana mahasiswa dan dosen Universitas Musamus menyampaikan berbagai usulan. Di antaranya adalah penguatan pusat riset berbasis potensi lokal serta dukungan terhadap pembukaan akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi anak-anak Papua.Menanggapi hal tersebut, Kementerian Diktisaintek menegaskan komitmennya dalam mendukung seluruh usulan yang sejalan dengan peta jalan pembangunan pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat.Pada kesempatan yang sama, Mendiktisaintek secara simbolis menyerahkan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) kepada penerima tahun 2025 dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di Universitas Musamus.Tahun ini, tercatat sebanyak 223 mahasiswa Universitas Musamus menjadi penerima KIP-Kuliah melalui jalur SNBP dan SNBT. Adapun total kuota KIP-Kuliah untuk seluruh wilayah Papua—baik di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS)—mencapai 4.544 penerima.Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Brian turut didampingi oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi, Penasehat Khusus Menteri Marsetio, Staf Khusus Menteri Tjitjik Sri Tjahjandarie, serta Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Henri Tambunan.Hadir pula Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Rektor Universitas Musamus Beatus Tambaip, Bupati Merauke Yoseph Gebze, Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi