Jayapura (buseronline.com) - “Terima kasih Kemdiktisaintek,” ujar Trate, perempuan paruh baya itu, lirih namun penuh syukur, saat duduk di ruang tengah rumah sederhananya di Jayapura.Di sampingnya, sang anak, Wening Kuala Kencana Twenty, menyimak dengan mata berkaca-kaca, mengamini rasa terima kasih yang dalam kepada program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang kini membantunya melangkah menuju mimpi masa depan.Wening, gadis tangguh berusia 20 tahun, kini tercatat sebagai mahasiswi Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Cenderawasih.Perjalanan menuju kampus impian itu bukan tanpa rintangan. Sejak duduk di bangku sekolah, ia terbiasa bangun pagi untuk menyiapkan nasi kuning dagangan yang dijajakan di ruang-ruang kelas demi menambah pemasukan keluarga.Ayahnya bekerja sebagai staf pengamanan dengan penghasilan pas-pasan untuk membiayai kebutuhan empat anak. Kondisi ekonomi keluarga membuat pendidikan tinggi terasa jauh dari jangkauan, hingga suatu hari Wening mengetahui informasi tentang program KIP-Kuliah dari seorang kakak kelasnya yang sudah lebih dahulu kuliah.“Saya harus mendaftar KIP-Kuliah karena kondisi keluarga yang tidak mampu dengan besaran biaya yang ada, belum lagi perlengkapan kuliah,” tutur Wening, Rabu (2/7/2025).Tekad kuat membawa Wening menyiapkan segala berkas untuk mendaftar program beasiswa dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) itu.Di tengah keterbatasan, doa dan dukungan dari ibunya, Trate, menjadi bahan bakar semangat. “Tidak apa tidak makan, asal kau bisa kuliah,” ucap Trate lembut, suara yang terus terngiang dalam benak Wening.Hingga akhirnya, pengumuman penerimaan KIP-Kuliah datang. Di ruang tengah rumah yang dindingnya terbuat dari papan kayu, tangis haru enam anggota keluarga pecah menyambut kabar bahagia itu.Bagi Wening, ini bukan sekadar bantuan biaya, tetapi kunci pembuka gerbang masa depan yang selama ini hanya ada dalam mimpi.Kini, dengan dukungan dana pendidikan dari KIP-Kuliah yang ia terima setiap semester, Wening menjalani kuliah dengan penuh semangat.Dana tersebut ia manfaatkan untuk membeli buku, kebutuhan kuliah, dan ongkos perjalanan ke kampus. Tak hanya itu, Wening juga telah menetapkan tujuan: sebelum lulus kuliah, ia ingin membuka usaha toko kue sendiri di Jayapura.“Sebelum lulus saya harus bisa (buka toko),” ujar Wening penuh tekad.Wening adalah satu dari ribuan penerima manfaat KIP-Kuliah di seluruh Indonesia. Program ini menjadi salah satu wujud nyata upaya Kemdiktisaintek dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang merata dan adil bagi seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali.Lewat KIP-Kuliah, harapan Wening untuk menjadi sarjana dan wirausahawan tidak lagi hanya angan. Ia kini berlari mengejar cita-cita, berbekal semangat, keyakinan, dan bantuan negara yang hadir tepat waktu. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi