Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Minatsaintek) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi (saintek) yang membumi dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Kolaborasi ini dibahas dalam forum audiensi yang digelar di Kantor Balai Kota Jakarta, Senin.Forum tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Saintek Yudi Darma, serta Staf Khusus Menteri Kemdiktisaintek Bidang Komunikasi, Ezki Suyanto.Audiensi ini merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan Kemdiktisaintek dalam membumikan saintek melalui pendekatan budaya, media kreatif, dan laboratorium hidup (living lab).“Kami percaya bahwa transformasi masyarakat menuju ekonomi berbasis pengetahuan tak cukup hanya lewat kurikulum formal. Ia harus menyentuh kebudayaan dan kehidupan sehari-hari,” ujar Direktur Yudi Darma.Dalam forum tersebut, Yudi menyoroti pentingnya pendekatan inklusif dan kreatif untuk menyampaikan pesan-pesan sains, termasuk melalui tokoh budaya lokal seperti Benyamin Sueb, yang dianggap mampu menjembatani pemahaman saintek dengan bahasa rakyat. Ia menambahkan, “Kalau dari 100 orang yang hadir, ada satu anak yang mulai berpikir ulang tentang sains, maka itu sudah cukup menjadi keberhasilan besar.”Audiensi juga mengangkat pentingnya memperluas makna literasi sains, tidak sekadar dalam ruang kelas, melainkan sebagai bagian dari kemampuan warga negara untuk mengambil keputusan yang rasional dan bertanggung jawab di tengah kompleksitas sosial modern.Wakil Gubernur Rano Karno menyambut positif kerja sama ini dan menyatakan kesiapan Pemprov DKI Jakarta untuk berkolaborasi dalam menyebarluaskan saintek melalui berbagai pendekatan yang kontekstual dan menyentuh masyarakat luas.“Kita sangat terbuka untuk kerja sama lebih lanjut dengan Kemdiktisaintek. Pendekatan seperti ini penting agar masyarakat Jakarta tidak hanya modern secara fisik, tetapi juga maju secara pengetahuan,” ujar Rano.Sebagai tindak lanjut konkret dari kolaborasi ini, kedua belah pihak menjajaki pengembangan living lab di berbagai ruang publik Jakarta, seperti taman kota dan zona edukatif. Di samping itu, diseminasi saintek juga akan diperkuat melalui media budaya populer seperti film, buku, seni visual, dan pameran interaktif. Salah satu model yang akan direplikasi adalah pameran SciArt 8.0 yang sebelumnya sukses digelar di Yogyakarta.Yudi Darma menekankan pentingnya co-creation dalam proses ini, di mana pemerintah, perguruan tinggi, komunitas kreatif, dan masyarakat umum terlibat aktif sebagai penggerak perubahan.“Diseminasi saintek harus sensitif terhadap konteks lokal dan dibangun melalui refleksi bersama. Kita ingin menjadikan Jakarta sebagai kota global yang cerdas, terbuka, dan partisipatif,” tuturnya.Kerja sama ini juga sejalan dengan misi jangka panjang Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek) Kemdiktisaintek untuk menciptakan masyarakat yang rasional, inklusif, dan aktif dalam pembangunan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperluas ruang partisipasi publik dalam penguatan budaya saintek, khususnya bagi generasi muda Jakarta, komunitas budaya, dan pelaku industri kreatif. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi