Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Wamen Stella: Manusia Tetap Unggul dari AI jika Pendidikan Bentuk Empati dan Refleksi

GY Simanjuntak MSi - Minggu, 29 Juni 2025 10:25 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella memberikan pemaparan dalam International Conference on the Transformation of Pesantren (ICTP) di Jakarta, Rabu (25/6/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Stella) menegaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak akan mampu menggantikan manusia, selama pendidikan mampu membentuk karakter, empati, dan kemampuan berpikir reflektif peserta didik.Pernyataan ini disampaikan dalam International Conference on the Transformation of Pesantren (ICTP) yang digelar di Jakarta, Rabu.Dalam konferensi internasional yang menghadirkan pemikir nasional dan global, termasuk akademisi dari Mesir, Turki, dan Iran serta ratusan perwakilan pesantren dari seluruh Indonesia, Wamen Stella menyoroti pentingnya pendidikan berbasis nilai di tengah arus transformasi digital.“Penguasaan teknologi saja tidak cukup untuk memenangkan masa depan. Pendidikan harus menumbuhkan dimensi kemanusiaan yang tidak bisa direplikasi oleh mesin – seperti empati, intuisi, dan kemampuan membangun makna bersama,” ujar Wamen Stella di hadapan para peserta konferensi.Ia menekankan bahwa AI bukan lagi masa depan, melainkan sudah menjadi kenyataan. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) 2024, sebanyak 87% pelajar Indonesia telah menggunakan AI dalam berbagai bentuk. Angka ini sejalan dengan tren global menurut Statista (Juli 2024), yang mencatat penggunaan AI oleh 86% pelajar di seluruh dunia.“Pertanyaannya bukan lagi apakah kita siap bersaing dengan AI, tetapi apa yang harus kita lakukan sebagai pendidik untuk memperkuat kemampuan manusiawi peserta didik,” tambahnya.Dalam paparannya, Wamen Stella menyampaikan tiga pilar utama pendidikan di era AI:1. Literasi AI yang kritis dan sistematis. Peserta didik tidak hanya mengenal dan menggunakan AI, tetapi juga harus mampu menilai secara kritis: masalah mana yang dapat diselesaikan oleh mesin, dan mana yang membutuhkan keputusan manusia.2. Kemampuan pengambilan keputusan manusiawi. AI dapat mengolah data dalam jumlah besar, namun hanya manusia yang mampu mempertimbangkan intuisi, konteks sosial, dan pertimbangan etis dalam proses pengambilan keputusan.3. Pemahaman terhadap perspektif orang lain. Di era keterhubungan global, kemampuan membangun dialog, memahami sudut pandang beragam, dan menyusun makna bersama menjadi krusial. Nilai-nilai ini tidak dapat ditiru oleh algoritma.Konferensi ini juga menyoroti peran strategis pesantren sebagai institusi pendidikan berbasis nilai. Pesantren dinilai tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan akar spiritual yang kuat, yang mampu menghadapi kompleksitas zaman dan disrupsi digital.“Pesantren tidak boleh hanya menjadi pengikut perubahan, tetapi pelopor pendidikan masa depan yang berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan,” tegas Wamen Stella.Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan, terutama pesantren, untuk menjadi ujung tombak dalam menciptakan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.“AI bisa berkembang, tapi hanya manusia yang bisa merasakan, memaknai, dan menyadari. Jika pendidikan tetap menjaga akar kemanusiaannya, maka tidak ada alasan untuk takut kalah dari kecerdasan buatan,” pungkasnya.Konferensi ICTP 2025 menjadi ruang refleksi penting tentang arah transformasi pendidikan, khususnya pesantren, agar tidak tertinggal di tengah arus perubahan zaman, sekaligus menjadi pemimpin dalam membangun peradaban yang berkelanjutan dan berjiwa. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Mahasiswa dan Dosen PBSI UNIKA Medan Tanam Pohon, Wujudkan Nilai Kepramukaan dan Kepedulian Lingkungan

Pendidikan

Pemerintah Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik, Siapkan Pabrik Motor Listrik Nasional

Pendidikan

PWI Sumut Laporkan Hotman Paris ke Polda Sumut atas Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan

Pendidikan

Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Perkuat Ekonomi Desa

Pendidikan

Kapolres Samosir Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Illegal Logging dan Judi

Pendidikan

Pemkab Garut Gandeng UPI Latih 400 Guru Tingkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi