Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya dalam menjamin proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 yang bersih, transparan, dan akuntabel. Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan Pakta Integritas oleh para kepala sekolah negeri di Aula SMP Negeri 2 Bandung, Selasa.Penandatanganan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan Negeri, serta seluruh kepala sekolah dari jenjang SKB, TK Negeri, SD Negeri, hingga SMP Negeri.“Ini bukan sekadar seremoni. Penandatanganan ini adalah bentuk komitmen nyata dalam menjaga kualitas kerja dan integritas layanan pendidikan publik di Kota Bandung,” ujar Farhan.Farhan mengungkapkan bahwa hingga 20 Juni 2025, sebanyak 47.500 calon peserta didik telah melakukan pendataan melalui sistem SPMB. Dengan antusiasme tinggi dari masyarakat, Pemkot Bandung memastikan pengawasan ketat terhadap setiap tahapan seleksi.“Saya bersama Wakil Wali Kota Erwin menyiapkan tim pengawasan khusus yang bekerja diam-diam. Kami juga didukung oleh Dandim, Wakapolres, dan Kejari. Semua pihak kompak mengawasi,” ungkap Farhan.Ia juga menegaskan bahwa proses penerimaan siswa tahun ini bebas dari praktik transaksional maupun intervensi politik.“Alhamdulillah, belum ditemukan indikasi pelanggaran. Kami tegas menolak segala bentuk pungli dan akan menindak, baik penerima maupun pemberi,” tegasnya.Farhan secara khusus mengimbau para orang tua untuk tidak tergoda mencari "jalur belakang" demi memasukkan anaknya ke sekolah favorit.“Jangan tempuh cara-cara kotor. Kasihan anaknya. Kalau terbukti, kita pidanakan dua-duanya—baik penerima maupun pemberi,” tegasnya.Farhan juga menyoroti persoalan akses pendidikan di wilayah blank spot—daerah yang jauh dari pusat layanan pendidikan. Ia menyatakan bahwa Pemkot tengah menjajaki solusi seperti penyediaan transportasi khusus dan kolaborasi lebih erat dengan sekolah swasta.Terkait isu sekolah favorit, Farhan menilai hal tersebut merupakan persepsi masyarakat yang tidak bisa diatur lewat regulasi.“Kita tidak akan bikin perda anti sekolah favorit. Yang penting, kita tingkatkan kualitas seluruh sekolah agar setara,” ujarnya.Ia menekankan bahwa pembangunan kualitas pendidikan akan dilakukan secara inklusif dan menyeluruh, tidak hanya di pusat kota tapi juga hingga ke daerah pinggiran seperti Cibiru.“Saya harus pastikan sekolah di Cibiru kualitasnya sama bagusnya dengan di tengah kota. Itu bukti nyata, bukan hanya narasi,” pungkasnya.Visi Pemkot Bandung dalam sektor pendidikan diarahkan pada pelayanan yang inklusif, berkualitas, dan berintegritas. Pemkot juga mendukung implementasi keputusan Mahkamah Konstitusi tentang hak warga untuk mengakses pendidikan gratis, termasuk di sekolah swasta.Skema bantuan operasional, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), ke depan akan diperluas cakupannya agar menjangkau siswa dari keluarga tidak mampu di sekolah negeri maupun swasta.Dengan penandatanganan pakta integritas ini, Pemkot Bandung berharap seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat menjaga integritas dan keadilan dalam proses SPMB 2025, sekaligus membangun sistem pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh anak-anak Kota Bandung. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi