Bandung (buseronline.com) - Dalam rangka mendukung kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Proposal Program Kosabangsa dan Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025, bekerja sama dengan Universitas Islam Bandung (Unisba).Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis di Gedung Hj Kartimi Kridhoharsojo, Kampus Unisba, Bandung, dan dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari 83 perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat dan Banten, termasuk para dosen serta pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).Bimtek di Bandung ini merupakan sesi keempat dari rangkaian pelatihan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kupang, Surakarta, dan Surabaya. Tujuannya adalah memperluas dampak program berbasis riset dan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan langsung dosen dan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, I Ketut Adnyana, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Program Kosabangsa dan Mahasiswa Berdampak dirancang untuk memperkuat koneksi antara dunia akademik dan realitas sosial.“Kami ingin menunjukkan bahwa kerja kolaboratif antara perguruan tinggi, dosen, BEM, dan masyarakat bisa menjadi solusi yang kontekstual dan berkelanjutan,” ujar I Ketut Adnyana.Ia menegaskan pentingnya memosisikan mahasiswa bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai subjek aktif dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat.“Mahasiswa adalah pemikir, pemimpin, dan penggerak perubahan, terutama di era disrupsi saat ini. Mereka memiliki peran besar dalam menyampaikan literasi sosial, ekonomi, budaya, hingga teknologi kepada masyarakat,” tambahnya.Rektor Unisba, Prof Dr H Edi Setiadi SH MH, dalam sambutannya menyatakan bahwa kehadiran program Mahasiswa Berdampak menjadi bagian penting dari tanggung jawab intelektual perguruan tinggi dalam menyongsong Visi Indonesia Emas 2045.“Mahasiswa Berdampak adalah perwujudan tanggung jawab intelektual mahasiswa sebagai pelaku perubahan di masyarakat, sekaligus membangun karakter calon pemimpin bangsa,” ujar Rektor Edi Setiadi.Kegiatan ini menghadirkan tiga sesi diskusi panel yang difokuskan pada:Pemahaman teknis penulisan proposal KosabangsaStrategi implementasi program berbasis kolaborasi sosialPeran mahasiswa dan dosen dalam penguatan dampak kampus terhadap masyarakatDalam kesempatan tersebut, juga diumumkan bahwa batas waktu pengajuan proposal Program Kosabangsa diperpanjang hingga 27 Juni 2025. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan jumlah partisipasi dan mendorong keterlibatan aktif antarperguruan tinggi dan mitra masyarakat.Menutup kegiatan, Direktur I Ketut Adnyana menekankan bahwa program ini diharapkan menjadi katalisator perubahan nyata di tengah masyarakat.“Program Kosabangsa dan Mahasiswa Berdampak diharapkan menjadi motor penggerak transformasi sosial yang inklusif dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia,” pungkasnya.Melalui kegiatan ini, Kemdiktisaintek berharap kampus-kampus di Indonesia dapat lebih aktif melahirkan solusi inovatif berbasis riset yang tidak hanya berdampak secara akademik, tetapi juga konkret di tingkat akar rumput. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi