Balikpapan (buseronline.com) - Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi model perguruan tinggi masa depan yang berbasis nilai dan berdampak nyata bagi masyarakat.Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan di Balikpapan, Jumat.Rakornas ini menjadi forum strategis untuk memperkuat peran PTMA dalam sistem riset nasional. Dalam sesi kebijakan bertajuk Transformasi Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menyatakan bahwa PTMA memiliki keunggulan dari sisi basis sosial dan komitmen nilai.“PTMA punya basis sosial dan nilai yang kuat. Sekarang saatnya kita dorong riset di PTMA agar tak hanya selesai di jurnal, tetapi benar-benar menyelesaikan masalah di masyarakat dan bangsa,” tegas Dirjen Fauzan.Ia juga menekankan perlunya transformasi pendekatan riset di perguruan tinggi, dari yang semula berbasis topik menjadi berbasis penyelesaian masalah (problem-solving). Menurutnya, pendekatan ini lebih relevan dalam menjawab tantangan riil di tengah masyarakat.“Kalau riset hanya fokus pada topik, maka output-nya berhenti di akademik. Tapi kalau fokus pada masalah, maka riset akan memiliki dampak sosial. Inilah medan PTMA,” tambahnya.Lebih lanjut, Fauzan menjelaskan arah kebijakan nasional ke depan, yakni membangun sistem riset berbasis talenta, ekosistem, dan hilirisasi. Dalam konteks ini, perguruan tinggi diharapkan mampu membentuk spin-out company, mengembangkan hasil riset yang siap diinkubasi, serta membangun technology transfer office yang efektif.“Proposal-proposal dari PTMA menunjukkan kualitas, pemerataan wilayah, dan keberpihakan sosial yang kuat. Ini kekuatan khas yang tidak semua perguruan tinggi punya,” ujarnya.Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Harun Joko Prayitno, yang bertindak sebagai moderator dalam Rakornas, menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang konsolidasi visi dan komitmen.“Forum ini bukan hanya tempat berbagi gagasan, tetapi ruang untuk menyatukan komitmen riset yang berpihak pada masyarakat. PTMA harus terus bergerak sebagai pelopor perubahan berbasis nilai,” tutur Harun.Dalam kesempatan yang sama, dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Nota Kesepahaman ini membuka akses lebih luas bagi PTMA untuk memanfaatkan skema pendanaan riset dalam program Riset Kolaboratif Indonesia (RKI)–LPDP.Kolaborasi ini menjadi langkah strategis pemerintah bersama Muhammadiyah untuk menjadikan riset sebagai instrumen pemberdayaan umat, pembangunan daerah, dan penguatan posisi perguruan tinggi swasta dalam sistem riset nasional.Komitmen tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset yang inklusif, relevan, dan berbasis nilai, serta mempercepat kontribusi PTMA dalam menjawab tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat ke depan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi