Bandar Lampung (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Republik Indonesia, Fauzan, mendorong perubahan paradigma dalam pengelolaan pendidikan tinggi di Indonesia agar lebih fleksibel, adaptif, dan berorientasi pada kebermanfaatan langsung bagi masyarakat.Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Silaturahmi dengan Pimpinan Perguruan Tinggi di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II yang digelar di Bandar Lampung, Kamis.Menurut Wamen Fauzan, dengan jumlah 4.687 perguruan tinggi yang tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti)—terdiri atas 128 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 4.559 Perguruan Tinggi Swasta (PTS)—Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju. Namun, hal tersebut hanya dapat tercapai jika perguruan tinggi mampu keluar dari paradigma menara gading dan menjadikan diri mereka relevan dengan kebutuhan masyarakat.“Kampus seharusnya hadir di tengah masyarakat, ikut mengurangi beban masyarakat, dan mampu menjawab persoalan yang terjadi di sekitarnya. Inilah makna pendidikan tinggi yang berdampak, yang kami tuangkan dalam kebijakan Diktisaintek Berdampak,” ujar Wamen Fauzan di hadapan para pimpinan perguruan tinggi.Wamen Fauzan menekankan bahwa tata kelola perguruan tinggi harus bertransformasi menuju model yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman dan tantangan global.Hal ini termasuk dalam perumusan kurikulum yang spesifik, berbasis pada kebutuhan lokal, serta mengintegrasikan mahasiswa dalam kehidupan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan soft skills dan empati sosial.“Dinamika kehidupan saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan sosial dan kesiapan menghadapi berbagai perubahan. Oleh karena itu, mahasiswa harus didekatkan kepada masyarakat melalui kurikulum yang dirancang untuk itu,” tegasnya.Pada kesempatan yang sama, para pimpinan perguruan tinggi dari wilayah LLDikti II menyambut positif arahan tersebut. Mereka menyatakan komitmen bersama untuk mendukung dan merealisasikan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak sebagai upaya meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan nasional.Salah satu institusi yang mendapat apresiasi langsung dari Wamen Fauzan adalah Universitas Bandar Lampung (UBL). Kampus tersebut dinilai telah menunjukkan kesiapan dalam mewujudkan hilirisasi hasil riset agar lebih berdampak dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.Rektor Universitas Bandar Lampung, Yusuf S Barusman, menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kolaborasi lintas institusi demi memajukan pendidikan tinggi di Indonesia.“Kami siap berkolaborasi dengan perguruan tinggi manapun dalam rangka membangun negeri ini bersama-sama,” kata Yusuf.Dengan pendekatan tata kelola yang lebih terbuka, relevan, dan kolaboratif, Wamen Fauzan meyakini bahwa pendidikan tinggi Indonesia akan mampu menjadi motor penggerak dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.“Hanya dengan pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berbasis keunggulan lokal, kita bisa menjawab tantangan zaman dan mencetak generasi unggul untuk masa depan Indonesia,” pungkasnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi