Banda Aceh (buseronline.com) - Universitas Negeri Manado (UNIMA) dan Universitas Syiah Kuala (USK) resmi menjalin kerja sama strategis dalam pengembangan komoditas unggulan nasional, khususnya minyak nilam.Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Balai Senat USK, Rabu, dan turut dihadiri Dirjen Dikti Khairul Munadi serta Irjen Kemdiktisaintek Chatarina Muliana.Kolaborasi ini merupakan bagian dari inisiatif nasional membangun ekosistem riset dan inovasi yang berdampak langsung kepada masyarakat.Fokus kerja sama antara UNIMA dan USK mencakup pengembangan minyak nilam dari hulu ke hilir, mulai dari penelitian, produksi, hingga pemberdayaan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja.“Kolaborasi ini sangat bagus. PTN-BH tidak hanya memberikan dampak langsung ke masyarakat, tetapi juga mendorong PT lain untuk berjalan bersama-sama,” ujar Irjen Kemdiktisaintek Chatarina Muliana dalam sambutannya.Dirjen Dikti Khairul Munadi juga mengapresiasi kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam mewujudkan kampus berdampak yang mampu memperkuat ekosistem sosial-ekonomi masyarakat berbasis riset dan inovasi.“Ini bukan hanya penguatan akademik, tapi juga kontribusi nyata kampus dalam pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.Rangkaian kegiatan juga mencakup sesi knowledge exchange, kunjungan ke USK Store dan Atsiri Research Center (ARC), serta peninjauan langsung ke lahan petani nilam di Desa Teuladan, Lembah Seulawah.Melalui kunjungan ini, peserta dapat melihat proses hilirisasi hasil pertanian dan mendengar langsung pengalaman para petani yang telah merasakan manfaat dari program desa binaan USK.“Jujur saja, kami terharu sekaligus berterima kasih. Warga benar-benar diberdayakan dan merasakan langsung dampak dari budi daya nilam ini,” ujar salah satu petani dari Desa Teuladan.Ketua ARC USK, Syaifullah Muhammad menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawal kolaborasi ini secara serius.“Kami siap mendampingi mulai dari bibit hingga produk siap jual from seed to seal agar inovasi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.Rektor UNIMA, Prof Dr Joseph Philip Kambey MSi menyambut baik kerja sama ini dan berharap sinergi dengan USK dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat Sulawesi Utara.“Kami sangat optimis. Dengan pendampingan dari ARC dan dukungan riset yang kuat, masyarakat akan merasakan manfaat nyata dari kerja sama ini,” ujarnya.Rektor USK, Prof Dr Ir Marwan menambahkan bahwa model inovasi hulu-hilir yang diterapkan dalam pengembangan nilam terbukti mampu meningkatkan perekonomian lokal, dan sangat potensial untuk direplikasi pada komoditas lain seperti padi, jagung, pala, dan sereh wangi.“Konsepnya seperti Science Techno Park (STP), meskipun tidak terpusat di satu lokasi. Ekosistem inovasi ini sudah berjalan dan terintegrasi,” jelasnya.Kerja sama UNIMA dan USK juga membuka peluang pertukaran mahasiswa, penguatan jejaring akademik, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pendekatan kolaboratif.Menutup kegiatan, Dirjen Dikti Khairul Munadi menyampaikan pesan inspiratif dengan mengutip Ki Hajar Dewantara: “Ilmu harus berpijak pada tanah airnya sendiri dan menyinari kehidupan rakyatnya.”Ia berharap semangat kolaborasi ini terus dijaga agar api pengetahuan tidak hanya menyala di laboratorium, tetapi juga menghangatkan dapur masyarakat, menerangi jalan petani, dan mengangkat martabat bangsa. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi