Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Beasiswa BSI Diapresiasi Mendiktisaintek sebagai Bentuk Kemaslahatan melalui Pendidikan Berkelanjutan

GY Simanjuntak MSi - Minggu, 01 Juni 2025 17:57 WIB
Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, berfoto bersama perwakilan penerima Beasiswa Bank Syariah Indonesia (BSI) dari berbagai perguruan tinggi serta jajaran Kemdiktisaintek dan BSI Maslahat, usai pertemuan di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Rabu (28/5/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengapresiasi komitmen Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam mendukung pendidikan berkelanjutan melalui program beasiswa BSI Scholarship.Apresiasi tersebut disampaikan saat menerima audiensi 10 mahasiswa penerima manfaat beasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Rabu.Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi, Henry Tambunan, Ketua Umum Pengurus Yayasan BSI Maslahat M Misbahul Munir, serta perwakilan dari Tim BSI Scholarship dan Tim Program Marcom BSI.Sebanyak 10 mahasiswa yang hadir berasal dari kampus ternama di Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Diponegoro (Undip). Di antara mereka adalah Salma, Ali, dan Haikel dari UI; Firdaus, Majid, dan Isnayya dari ITB; Ayu dan Nisrina dari IPB; Farid dari UGM; serta Mujahid dari Undip.Dalam sambutannya, Menteri Brian mengungkapkan rasa bangganya atas kontribusi BSI melalui BSI Maslahat yang tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menyelenggarakan pendampingan berkelanjutan seperti magang, pelatihan kepemimpinan, mentoring dari pimpinan BSI, pelatihan ekonomi syariah, serta kesempatan mengikuti proyek sosial.“Kami mengapresiasi BSI, melalui BSI Maslahat yang tidak hanya memberikan beasiswa, tetapi juga mentoring dan pendampingan. Ini adalah model kemaslahatan yang dapat menjadi contoh dan stimulus bagi perusahaan lain,” ujar Menteri Brian.Menteri Brian juga menegaskan bahwa meskipun pemerintah telah menyediakan skema Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dalam jumlah besar, keterlibatan sektor swasta tetap penting untuk memperluas jangkauan dan dampak beasiswa pendidikan.“Pemerintah terus berupaya memberikan akses pendidikan melalui KIP Kuliah. Namun, kebutuhan akan dukungan dari sektor lain sangat tinggi. Peran dunia usaha seperti BSI ini sangat strategis,” tambahnya.Ketua Umum Yayasan BSI Maslahat, M Misbahul Munir, dalam sambutannya menjelaskan bahwa sejak 2021, program beasiswa BSI telah menyasar lebih dari 8.000 mahasiswa dari 100 kampus di seluruh Indonesia. Program ini, katanya, dirancang bukan sekadar untuk membantu biaya kuliah, melainkan sebagai bentuk kehadiran BSI sebagai Sahabat Finansial, Sahabat Sosial, dan Sahabat Spiritual bagi generasi muda.“Kami lebih bersyukur di hari-hari ketika kami bisa bertemu langsung dengan para penerima beasiswa. Ini menguatkan semangat kami untuk terus hadir dan memberikan manfaat,” ujar Munir.Dalam acara tersebut, para penerima beasiswa berbagi kisah inspiratif perjuangan mereka menembus dunia pendidikan. Salah satunya adalah Haikel, mahasiswa UI yang berasal dari gang sempit di Jakarta dan berhasil lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Kisah lainnya datang dari Ayu, mahasiswa IPB, yang merupakan anak seorang pengepul sampah dan terbiasa membantu mengolah logam sejak kecil. Kini, Ayu diterima di Program Studi Teknik Metalurgi dan Material—sesuai dengan mimpinya sejak kecil.“Saya dulu juga penerima beasiswa. Saya percaya beasiswa ini sangat berharga dan bisa mengubah hidup. Maksimalkan kesempatan ini. Ekonomi bukan penghalang untuk cita-cita,” pesan Menteri Brian kepada para mahasiswa.Menutup sambutannya, Menteri Brian memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk terus berjuang dalam pendidikan dan tidak menjadikan kondisi ekonomi sebagai alasan untuk menyerah.“Finansial bukanlah masalah. Yang penting adalah tekad dan keinginan,” pungkasnya.Audiensi berlangsung hangat dan penuh semangat, menjadi simbol sinergi antara pemerintah, sektor keuangan syariah, dan dunia pendidikan dalam mendorong kemajuan generasi muda Indonesia. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade

Pendidikan

Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan

Pendidikan

Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga

Pendidikan

Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar

Pendidikan

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara

Pendidikan

Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur