Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kompetisi olahraga di kalangan mahasiswa melalui pembentukan National Collegiate Championship Indonesia (NCCI).Hal ini disampaikan dalam audiensi bersama Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Surono, dan Rektor Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Nurhasan, pada Senin di Jakarta.Pertemuan tersebut membahas strategi nasional untuk memperkuat jalur pembinaan atlet muda di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus menghidupkan kembali semangat kompetisi olahraga yang sehat dan berkelanjutan antar mahasiswa.“Harus ada satu event nasional yang prestisius, yang digemari dan membangun adrenalin kompetisi olahraga antar mahasiswa,” ujar Menteri Brian dalam sambutannya.Ia mencontohkan model kompetisi olahraga perguruan tinggi yang sukses di luar negeri, seperti National Collegiate Athletic Association (NCAA) di Amerika Serikat dan Nippon Professional Baseball (NPB) di Jepang, yang telah terbukti efektif dalam membangun ekosistem atlet profesional sejak bangku kuliah.Rencana pembentukan National Collegiate Championship Indonesia (NCCI) digadang menjadi platform kompetisi reguler antar perguruan tinggi di Indonesia. Berbeda dengan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) yang berbasis wilayah, NCCI akan mewakili institusi kampus secara langsung. Keunggulannya mencakup efisiensi pembiayaan, inklusivitas kampus non-unggulan, siklus pertandingan yang terjadwal rutin, serta keterlibatan lebih luas dari masyarakat.Adapun tema-tema yang diusulkan untuk NCCI mencerminkan semangat kolaborasi dan pembangunan karakter, seperti: Spirit of Youth, Power of Unity Through Sport, Unity Through Sport, serta Nurturing Talent, Building Champions.Dalam pertemuan ini, Mendiktisaintek juga menekankan perlunya skema penerimaan mahasiswa melalui jalur talenta olahraga sebagai bagian dari strategi peningkatan akses pendidikan tinggi bagi atlet muda berprestasi.Nantinya, jalur ini akan berdampingan dengan jalur prestasi akademik umum. Kemdiktisaintek juga berencana membuka peluang beasiswa khusus bagi atlet kampus berprestasi untuk mendukung pengembangan karier akademik dan profesional mereka.“Kita ingin membuka ruang sebesar-besarnya bagi talenta olahraga Indonesia untuk berkembang di perguruan tinggi. Karena itu, kami dorong jalur masuk khusus dan skema beasiswa bagi para atlet berprestasi,” jelas Menteri Brian.Rektor UNESA, Nurhasan, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan bahwa olahraga merupakan salah satu pilar penting dalam membentuk mahasiswa yang unggul, sehat, dan berkarakter.Hal senada juga disampaikan oleh Deputi Surono yang menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan olahraga dalam mencetak atlet yang berdaya saing global.“Kami mendukung penuh integrasi olahraga dalam sistem pendidikan tinggi. Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang pembinaan karakter dan semangat juang generasi muda,” ujar Surono.Mengakhiri pertemuan, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan komitmen kementeriannya untuk menjadikan olahraga sebagai bagian integral dari pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Ia berharap sinergi antara kementerian, perguruan tinggi, dan lembaga olahraga dapat menciptakan ekosistem yang kompetitif, sehat, dan inklusif bagi seluruh mahasiswa Indonesia.“Olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi medium untuk membangun daya saing, disiplin, dan kolaborasi. Pendidikan tinggi harus menjadi ruang tumbuh yang menyeluruh bagi potensi mahasiswa,” pungkas Menteri Brian.Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, pengembangan talenta olahraga di kampus diharapkan tidak hanya melahirkan atlet unggul, tetapi juga membangun karakter pemuda Indonesia yang tangguh dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi