Palembang (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Republik Indonesia, Stella Christie, menegaskan pentingnya pola pikir riset dan pengelolaan sistem pendidikan yang terintegrasi sebagai kunci dalam mewujudkan transformasi pendidikan nasional yang berkelanjutan.Hal ini ia sampaikan dalam kunjungan kerja ke Universitas Sriwijaya (Unsri) dan MAN Insan Cendikia Ogan Komering Ilir (MAN IC OKI), Selasa.Dalam kunjungan tersebut, Wamen Stella mendorong penguatan ekosistem riset di perguruan tinggi dan pengembangan model pendidikan Sekolah Garuda sebagai upaya membangun sistem pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman.Stella Christie menyampaikan apresiasi terhadap berbagai hasil riset yang dikembangkan oleh Unsri. Sejumlah inovasi dinilai berhasil merespons kebutuhan spesifik wilayah Sumatera Selatan, antara lain varietas padi tahan pasang surut, restorasi mangrove di wilayah pesisir Sungsang, serta proyek agroforestry di lahan gambut Desa 3G.Di bidang kesehatan, Unsri telah mengembangkan alat skrining kanker serviks berbasis telemedis dan kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, di sektor energi, riset penggunaan limbah tandan kosong kelapa sawit sebagai katalis diesel dan produksi electrolyzer turut diapresiasi.“Kita tidak cukup berhenti di laboratorium. Harus ada langkah berikutnya, keberanian untuk hilirisasi. Saya optimis Unsri bisa jadi salah satu penggerak inovasi di Indonesia,” ujar Wamen Stella.Stella menekankan bahwa mahasiswa perlu dilatih sejak dini untuk berpikir kritis, analitis, dan sistematis. Menurutnya, keberhasilan inovasi tidak hanya bergantung pada sarana dan prasarana, tetapi juga pada pola pikir yang menumbuhkan pertanyaan yang tepat dan cara menjawabnya secara metodologis.“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun budaya riset dan berpikir kritis yang terintegrasi sejak jenjang pendidikan menengah,” tambahnya.Dalam rangkaian kunjungan di Sumatera Selatan, Wamen Stella juga menyambangi MAN IC OKI sebagai bagian dari ekosistem Sekolah Garuda Transformasi—program pendampingan sekolah menengah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi terbaik.Ia menyatakan pentingnya keterhubungan antara madrasah, sekolah, dan universitas, serta sinergi antara pemerintah, pendidik, dan peserta didik dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan global.“Pendidikan kita harus terhubung dari madrasah hingga universitas, dan dari lokal hingga global. Kolaborasi ini diharapkan menjadi sistem pendidikan nasional yang siap bersaing secara internasional, namun tetap berpijak pada nilai-nilai lokal,” ujar Stella.Stella menegaskan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus mendorong pembentukan sistem pendidikan yang mampu membimbing siswa mengembangkan potensinya secara maksimal, termasuk membuka akses ke perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri.“Sistem inilah yang akan membuat transformasi menjadi berkelanjutan, lebih dari sekadar dana atau fasilitas. Kita harus memastikan bahwa generasi muda menjadi generasi yang percaya diri, berpikir kritis, dan mampu menjawab tantangan zaman dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi