Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Indonesia Usung Penerapan AI Inklusif dan Berdampak di Forum OIC-15

GY Simanjuntak MSi - Kamis, 22 Mei 2025 10:39 WIB
Delegasi Indonesia bersama para perwakilan negara anggota OIC-15 mengikuti sesi pleno dalam 2nd Ministerial Meeting of the OIC-15 Dialogue Platform di Tehran, Iran, Senin (19/05/2025). (Dok/Diktisaintek)
Tehran (buseronline.com) - Pertemuan Tingkat Menteri ke-2 OIC-15 Dialogue Platform resmi ditutup di Teheran, Iran, Senin, dengan menghasilkan deklarasi bersama yang menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara Islam dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).Forum ini menjadi panggung bagi para pemimpin sains dan teknologi dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menyuarakan pentingnya keselarasan kebijakan dan kolaborasi strategis menghadapi tantangan global.Menteri Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Teknologi Republik Islam Iran, Prof Hossein Simayi Saraf, dalam sambutannya menyampaikan bahwa negara-negara OIC-15 berkomitmen menyusun dokumen harmonisasi kebijakan AI lintas negara. Fokus utama deklarasi adalah pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan global di bidang kesehatan, sains medis, serta transformasi digital.Mewakili Indonesia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Brian Yuliarto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini, sekaligus menyatakan solidaritas terhadap rakyat Palestina di Gaza.Dalam pidatonya, Brian menekankan bahwa kolaborasi dalam pengembangan AI sangat relevan bagi Indonesia, yang tengah menghadapi puncak bonus demografi dan bersiap menyambut era Revolusi Industri Keempat.“Kita menghadapi pertanyaan besar: apakah generasi muda kita akan menjadi terlalu bergantung pada AI, atau justru mampu memanfaatkannya untuk memperkuat kreativitas dan pemikiran kritis mereka?” ujar Brian di hadapan para delegasi dari 15 negara anggota OKI.Brian menyoroti lima sektor prioritas di mana AI dapat memberikan dampak signifikan di Indonesia, yakni ketahanan pangan, layanan kesehatan, energi terbarukan, industri hilir sumber daya alam, dan pengembangan material maju.Ia mencontohkan penggunaan AI untuk pertanian presisi, telemedisin, dan pengolahan sumber daya alam secara efisien dan berkelanjutan.Menteri Brian juga mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif akan risiko perkembangan AI. Ia menyebut enam tantangan utama yang harus segera diatasi oleh negara-negara OIC, yaitu: regulasi, infrastruktur digital, pengembangan sumber daya manusia, tata kelola data, pembaruan pedoman etika pemanfaatan teknologi, dan peran organisasi profesi.Menurutnya, regulasi yang berbasis nilai Islam dan berpihak pada perlindungan hak masyarakat sangat penting untuk memastikan pemanfaatan AI secara adil dan bertanggung jawab. Ia juga menekankan perlunya investasi kolektif dalam pendidikan dan pelatihan AI bagi generasi muda.Dalam forum tersebut, Indonesia memperkenalkan program “Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang Berdampak”. Inisiatif ini dirancang untuk menjembatani kolaborasi antara kampus, industri, dan masyarakat, agar pemanfaatan teknologi khususnya AI dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.“Manfaat konkret dari AI bukan hanya soal output ekonomi, tapi juga menciptakan keadilan dalam akses teknologi dan membangun legitimasi untuk keberlanjutan inovasi,” tegas Brian.Ia menambahkan, kerja sama antarnegara Islam harus diarahkan untuk membangun masa depan digital yang berbasis nilai, berkelanjutan, dan berpihak pada umat.Pertemuan ditutup dengan pengumuman bahwa pertemuan OIC-15 berikutnya akan diselenggarakan di Arab Saudi.Ketua Pusat Ilmiah Internasional Kementerian Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Teknologi Iran, Dr Farhad Yazdandoost, menyampaikan harapan agar pertemuan mendatang dapat memperkuat implementasi kebijakan bersama di bidang teknologi dan inovasi.Dengan komitmen bersama dan semangat kebangkitan peradaban, OIC-15 diharapkan menjadi katalisator utama dalam mendorong teknologi berbasis nilai, inklusif, dan berkelanjutan bagi umat Islam dan dunia. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kemenkes Mulai Imunisasi MR untuk Tenaga Kesehatan di Seluruh Indonesia

Pendidikan

Kementan Perkuat Perbenihan Bawang Putih, DPR Dorong Kemandirian Produksi

Pendidikan

Kemendikdasmen Sosialisasikan Kebijakan Dana BOSP 2026 Lewat Webinar Nasional

Pendidikan

RS Adam Malik Jalani Visitasi WSO untuk Raih Sertifikasi Layanan Stroke Internasional

Pendidikan

Kementan Tetapkan HAP Kedelai Rp11.500/kg, Harga Tahu-Tempe Dipastikan Stabil

Pendidikan

ASEAN-SEAMEO Luncurkan Roadmap PAUD 2026-2030 di Jakarta