Tangerang Selatan (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI, Fauzan, menegaskan pentingnya membangun pola pikir optimistis sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul.Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Wisuda ke-119 Universitas Pamulang (Unpam) yang berlangsung di Tangerang Selatan, Minggu.Dalam sambutannya di hadapan ribuan wisudawan dan civitas akademika Unpam, Wamen Fauzan menyampaikan bahwa pembangunan SDM Indonesia tidak hanya ditentukan oleh penguasaan keterampilan teknis dan tersedianya fasilitas pendidikan, tetapi juga oleh pola pikir yang konstruktif dan positif dalam menghadapi tantangan kehidupan.“Secara administratif akademik, Anda sudah dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar masing-masing. Tetapi yang harus ada di benak kalian adalah bahwa Anda harus menjadi aktor di kampus kehidupan. Hal ini bisa diraih dengan pola pikir positif. Anda harus optimis,” ujar Wamen Fauzan.Ia mengutip laporan Warek III Unpam yang menyebut Unpam sebagai “Kampus Kehidupan”, dan mengenang pesan pendiri Unpam, almarhum Darsono, yang menyatakan bahwa pendidikan bukan semata soal formalitas, tetapi tentang kehidupan itu sendiri.Dalam pidatonya, Fauzan mengajak para lulusan untuk tidak berhenti belajar, terus menumbuhkan semangat perubahan, dan menjauhi sikap pesimis maupun kebiasaan berdalih.Ia memberikan ilustrasi perumpamaan seekor ulat yang harus melalui proses transformasi untuk menjadi kupu-kupu sebagai cerminan pentingnya perubahan dan ketekunan.“Hidup harus bertransformasi dan berwawasan perubahan. Hal yang besar dimulai dari menekuni pekerjaan kecil. Ini evolusi yang harus ditanam dalam diri kalian,” ujarnya.Wamen Fauzan juga menyoroti data Human Development Index (HDI) dari United Nations Development Programme (UNDP), di mana Indonesia berada pada peringkat 113 dengan skor 0.728, masih di bawah rata-rata global yang mencapai 0.8.Meskipun terus mengalami peningkatan, ia menekankan bahwa SDM Indonesia harus mampu mengejar ketertinggalan ini dengan membangun pola pikir optimis yang produktif dan kolaboratif.Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Pranoto, juga menyampaikan apresiasinya kepada para lulusan dan menekankan pentingnya kontribusi alumni dalam pengembangan perguruan tinggi.“Berkontribusilah kepada masyarakat, dan kepada universitas. Untuk membangun suatu perguruan tinggi tidak hanya dari yayasan, rektorat, atau mahasiswanya, tetapi juga dari alumni yang berprestasi,” ujarnya.Wamen Fauzan turut memberikan apresiasi kepada Universitas Pamulang atas komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat luas.Ia menyebut Unpam sebagai contoh kampus yang mampu memproses mahasiswa biasa menjadi lulusan yang luar biasa dengan memaksimalkan energi positif dan pendekatan pembelajaran kehidupan.Dengan semangat optimisme, lulusan perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa, berdaya saing global, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi