Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Wamen Fauzan di Ponpes Mambaul Hikam: Kunci Kemakmuran Melalui Persatuan dan Kerja Keras

GY Simanjuntak MSi - Selasa, 13 Mei 2025 12:36 WIB
Wamen Fauzan menyampaikan sambutan di hadapan ribuan jamaah thoriqoh Naqsyabandiyah Al Kholidiyah Al Mujaddadiyah An Nahdliyah se-Jawa Timur, di Ponpes Mambaul Hikam Blitar, Sabtu (10/5/2025). (Dok/Diktisaintek)
Blitar (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menekankan pentingnya persatuan dan kerja keras sebagai kunci untuk mencapai kemakmuran bangsa. Hal ini ia sampaikan di hadapan ribuan jamaah Thoriqoh Naqsyabandiyah Al Kholidiyah Al Mujaddadiyah An Nahdliyah se-Jawa Timur, dalam acara doa bersama di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Blitar, Jawa Timur, Sabtu.Dalam pidatonya, Fauzan menyoroti upaya pemerintah dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dan sejahtera. Ia mengakui bahwa meski Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dan subur, masih banyak rakyatnya yang hidup dalam kemiskinan."Pemerintah saat ini sedang bekerja keras memperbaiki tata kelola pemerintahan agar bangsa Indonesia bisa hidup berdikari dan tidak bergantung dengan negara lain. Indonesia adalah negara yang kaya dan subur makmur, tapi rakyatnya masih banyak yang miskin dan belum sejahtera. Kondisi inilah yang sedang diperjuangkan oleh Bapak Presiden. Oleh karena itu diperlukan kesabaran, menjaga kerukunan, dan selalu bekerja keras," tandas Fauzan.Dalam kesempatan tersebut, Fauzan juga mengingatkan para jamaah untuk mewaspadai segala bentuk fitnah dan upaya yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Ia menyinggung adanya pihak-pihak yang merasa terganggu dengan berbagai program pemerintah, terutama mereka yang selama ini menikmati kekayaan negara dengan cara-cara yang korup.“Harus diwaspadai, ada pihak-pihak yang merasa terancam dengan program-program Presiden yang bertujuan menyejahterakan rakyat. Mereka ini adalah orang-orang yang selama ini menikmati kekayaan negara dengan cara-cara keji, hanya untuk kepentingan pribadi dan keluarga, tanpa peduli pada rakyat banyak,” tegasnya.Fauzan juga menyinggung soal ketergantungan Indonesia pada impor bahan pangan, seperti beras, jagung, dan kedelai. Namun, ia menyatakan bahwa melalui program swasembada pangan yang digagas Presiden, Indonesia perlahan mulai mencapai kemandirian pangan.“Salah satu contohnya adalah pemenuhan kebutuhan beras yang sudah tidak lagi impor. Pemerintah juga terus memperbaiki tata kelola pertanian, mulai dari pengadaan pupuk hingga urusan pasca panen, agar petani bisa lebih sejahtera,” jelasnya.Menutup sambutannya, Fauzan mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama berdoa demi kemakmuran bangsa dan keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia.“Mari kita doakan bersama, semoga cita-cita besar Bapak Presiden dapat tercapai. Insyaallah doa para Kyai, Mursyid, dan jamaah semua diijabah oleh Allah SWT,” tutupnya dengan penuh harap.Acara tersebut juga dihadiri para Kyai, Mursyid, serta tokoh masyarakat yang turut memberikan doa untuk kedamaian dan kemakmuran negeri. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Mahasiswa dan Dosen PBSI UNIKA Medan Tanam Pohon, Wujudkan Nilai Kepramukaan dan Kepedulian Lingkungan

Pendidikan

Pemerintah Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik, Siapkan Pabrik Motor Listrik Nasional

Pendidikan

PWI Sumut Laporkan Hotman Paris ke Polda Sumut atas Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan

Pendidikan

Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Perkuat Ekonomi Desa

Pendidikan

Kapolres Samosir Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Illegal Logging dan Judi

Pendidikan

Pemkab Garut Gandeng UPI Latih 400 Guru Tingkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi