Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Uji Publik Panduan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Diikuti 20.134 Responden

GY Simanjuntak MSi - Senin, 17 Maret 2025 09:12 WIB
Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah. (Dok/Kemenag)
Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama menyelenggarakan uji publik panduan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Sebanyak 20.134 responden dari berbagai jenjang pendidikan madrasah berpartisipasi dalam kegiatan ini.Direktur KSKK Madrasah, Prof Nyayu Khodijah, mengungkapkan bahwa peserta uji publik berasal dari berbagai latar belakang, termasuk guru, kepala madrasah, tenaga kependidikan, serta pejabat struktural Kementerian Agama. Hal ini memungkinkan evaluasi yang lebih komprehensif dari segi pedagogis, manajerial, dan teknis.“Dengan berbagai latar belakang responden ini, evaluasi pada uji publik tidak hanya berfokus pada aspek pedagogis, tetapi juga pada aspek manajerial dan teknis dalam penerapannya,” ujar Prof Nyayu dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/3/2025).Ia pun mengapresiasi partisipasi seluruh pihak yang telah memberikan masukan demi penyempurnaan panduan implementasi kurikulum ini. “Tanggapan dan umpan balik ini sangat berguna untuk perbaikan panduan agar dapat diterapkan secara lebih efektif di madrasah,” tambahnya.Hasil uji publik menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan apresiasi terhadap panduan ini. Banyak yang menilai bahwa panduan telah tersusun dengan baik dan relevan dengan kebutuhan madrasah. Salah satu responden menyampaikan, “Sudah tersusun dan dijelaskan secara baik, semoga dapat bermanfaat.”Namun, terdapat beberapa saran perbaikan yang diusulkan peserta. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah perlunya penyederhanaan bahasa agar lebih mudah dipahami. “Panduannya agar lebih mudah dimengerti saja,” tulis seorang responden.Selain itu, ada kekhawatiran bahwa penerapan kurikulum ini bisa menjadi beban tambahan bagi guru. “Buatlah kurikulum yang tidak menyulitkan tenaga pendidik,” ujar seorang peserta uji publik.Beberapa responden juga menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta sebaiknya tidak menjadi mata pelajaran tersendiri, melainkan diterapkan sebagai pendekatan dalam proses pembelajaran. “Kurikulum Berbasis Cinta tidak diperkenalkan sebagai mata pelajaran baru,” ungkap seorang peserta.Menanggapi berbagai masukan tersebut, Direktorat KSKK Madrasah akan menyederhanakan isi panduan, memastikan implementasi kurikulum tidak membebani tenaga pendidik, serta menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta adalah sebuah pendekatan pendidikan, bukan mata pelajaran baru.Dengan perbaikan ini, diharapkan kurikulum tersebut dapat diterapkan secara optimal di madrasah guna membentuk karakter peserta didik yang lebih humanis, berbasis kasih sayang, toleransi, dan empati. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Mahasiswa dan Dosen PBSI UNIKA Medan Tanam Pohon, Wujudkan Nilai Kepramukaan dan Kepedulian Lingkungan

Pendidikan

Pemerintah Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik, Siapkan Pabrik Motor Listrik Nasional

Pendidikan

PWI Sumut Laporkan Hotman Paris ke Polda Sumut atas Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan

Pendidikan

Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Perkuat Ekonomi Desa

Pendidikan

Kapolres Samosir Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Illegal Logging dan Judi

Pendidikan

Pemkab Garut Gandeng UPI Latih 400 Guru Tingkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi