Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Prof Nyayu: Mewujudkan Insan Humanis Melalui Kurikulum Berbasis Cinta

GY Simanjuntak MSi - Rabu, 05 Maret 2025 09:08 WIB
Direktur KSKK Madrasah Prof Nyayu Khodijah. (Dok/Kemenag)
Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah tengah merancang Kurikulum Berbasis Cinta sebagai upaya membentuk peserta didik yang humanis, toleran, dan berakhlak mulia.Kurikulum ini bertujuan untuk merekonstruksi sistem pendidikan agar melahirkan generasi yang mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan.Direktur KSKK Madrasah, Prof Nyayu Khodijah, menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan moral peserta didik."Pendidikan tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan nilai-nilai moral," ujar Nyayu dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/2/2025).Ia menambahkan, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sangat relevan untuk menanamkan nilai-nilai empati, toleransi, dan kesetaraan, terutama di tengah fenomena dehumanisasi yang semakin tampak di masyarakat.Kurikulum ini akan diterapkan di berbagai jenjang pendidikan madrasah, mulai dari Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).Menurut Nyayu, Kurikulum Berbasis Cinta bukanlah kurikulum baru, melainkan akan diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran yang sudah ada."Fenomena ketakutan, kebencian, dan konflik sosial semakin meningkat. Oleh karena itu, nilai-nilai kemanusiaan yang berlandaskan cinta harus menjadi bagian dari sistem pendidikan," jelasnya.Dalam penerapannya, kurikulum ini akan dijalankan melalui tiga tahapan utama:1. Apersepsi – Mengaitkan pelajaran dengan kesadaran mencintai Tuhan, sesama manusia, lingkungan, serta bangsa dan negara.2. Inti Pembelajaran – Mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam setiap materi yang relevan.3. Refleksi – Evaluasi diri, pemaknaan, dan tindak lanjut dalam kehidupan sehari-hari yang mengutamakan sikap saling menghargai dan menyayangi.Nyayu menegaskan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)."Dengan hadirnya kurikulum ini, peserta didik madrasah diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai moral dan humanis sejak dini agar terwujud generasi Indonesia yang unggul," tutupnya. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Airin Rico Waas Dilantik Jadi Bunda PAUD Medan, Fokus Perkuat Pendidikan dan Perlindungan Anak

Pendidikan

Bandung Great Sale 2026 Hampir Tembus 8.000 Pengunjung, Transaksi Ditargetkan Capai Rp1,5 Miliar

Pendidikan

Mensesneg: Karhutla di Sejumlah Wilayah Sumatera Relatif Terkendali

Pendidikan

Bupati Taput Pastikan Pembangunan 22 Huntap di Pagaran Lambung 1 Dikebut, Ditarget Rampung Akhir Tahun

Pendidikan

Tim Gabungan Kejar Pelaku Penganiayaan Warga di Dekai

Pendidikan

52 Atlet Muda Tapanuli Utara Dilepas Ikuti Piala Soeratin di Sibolga