Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

UNESCO Rilis Laporan GEM 2023 di Indonesia: Soroti Pemanfaatan Teknologi untuk Pendidikan

GY Simanjuntak MSi - Senin, 03 Maret 2025 09:17 WIB
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, memberikan sambutan dalam acara The National Launch of the 2023 GEM Report in Southeast Asia di Jakarta. (Dok/Kemendikdasmen)
Jakarta (buseronline.com) - Indonesia menjadi tuan rumah The National Launch of the 2023 GEM Report in Southeast Asia, yang berlangsung pada 27 Januari 2025 di Jakarta.Laporan Global Education Monitoring (GEM) UNESCO 2023 yang berjudul “A Tool on Whose Terms?” menyoroti dampak teknologi dalam meningkatkan akses pendidikan, terutama di daerah terpencil dan situasi darurat.Namun, laporan ini juga mengingatkan bahwa teknologi bukan solusi tunggal bagi tantangan pendidikan.Acara ini diselenggarakan oleh SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) bekerja sama dengan UNESCO dan SEAMEO Secretariat.Laporan GEM mencatat bahwa jumlah pengguna internet di Asia Tenggara mencapai 400 juta orang, dengan lonjakan pengguna baru sebesar 40 juta pada tahun 2020.Indonesia, Filipina, dan Vietnam menjadi negara dengan pertumbuhan tertinggi dalam penggunaan aplikasi pembelajaran digital, dengan hampir 3 juta pendaftar baru di platform Coursera pada 2021.Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti, menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen terhadap fleksibilitas kebijakan pendidikan, terutama pascapandemi.Pemerintah telah memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai, serta menyediakan berbagai kanal pembelajaran digital yang dapat dimanfaatkan oleh siswa, guru, dan orang tua."Kita memiliki cita-cita yang sama, yaitu pendidikan bermutu untuk semua. Tidak boleh ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan, apa pun latar belakang dan di mana pun mereka berada," ujar Suharti.Ia menambahkan bahwa teknologi telah membuka banyak peluang dalam pendidikan, tetapi masih ada tantangan besar, terutama dalam menyediakan akses pendidikan bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).Oleh karena itu, teknologi harus digunakan sebagai alat untuk membangun sistem pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.Direktur UNESCO Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa, menekankan bahwa teknologi seharusnya mendukung, bukan menggantikan interaksi manusia dalam pendidikan."Teknologi dapat membantu menjangkau pelajar yang kurang beruntung dan memastikan bahwa pengetahuan disebarluaskan dengan cara yang menarik serta hemat biaya," kata Maki.Senada dengan itu, Direktur Sekretariat SEAMEO, Datuk Dr Habibah, mengajak seluruh pihak untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih kolaboratif dan transformatif di Asia Tenggara.Sementara itu, Direktur SEAMOLEC, Wahyudi, berharap bahwa Laporan GEM 2023 dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan dalam mengembangkan sistem pendidikan berbasis teknologi di Indonesia."Acara ini tidak hanya sebagai ajang penyebarluasan informasi, tetapi juga kesempatan bagi para pemangku kepentingan untuk berdiskusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi," ungkap Wahyudi.Acara peluncuran ini juga menghadirkan sesi diskusi panel dengan perwakilan dari Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan; Pusat Data dan Informasi; serta Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru.Diskusi tersebut membahas kebijakan pendidikan berbasis teknologi, inovasi kurikulum digital, serta strategi dalam membantu guru mengoptimalkan teknologi untuk mengajar.Dengan adanya laporan ini, diharapkan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara semakin siap menghadapi tantangan pendidikan era digital, serta memastikan bahwa transformasi teknologi tetap berpihak pada kualitas dan kesetaraan pendidikan bagi semua peserta didik. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Gerakan Bersama Jadi Kunci Cegah Kekerasan di Pesantren

Pendidikan

Luis Enrique Ukir Sejarah Setelah Antar PSG Juara Liga Champions

Pendidikan

Timnas Indonesia U-19 Tetapkan 23 Pemain untuk Piala AFF U-19 2026

Pendidikan

Polrestabes Medan Ungkap 136 Kendaraan Diduga Hasil Kejahatan Disimpan di 8 Gudang

Pendidikan

Pemprov Sumut Catat Kemajuan Signifikan Sektor Kesehatan Sepanjang 2025

Pendidikan

Kasus Whip Pink Diusut, Bareskrim Bidik Konsumen Gas N2O dari Kalangan Selebgram