Yogyakarta (Buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengajak generasi muda untuk bangga menjadi penutur bahasa daerah.Ajakan ini disampaikannya dalam Selebrasi Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional ke-25 yang digelar di SMPN 1 Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Rabu.Acara dibuka dengan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), yang diikuti oleh Mendikdasmen, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen, Wakil Bupati Sleman, serta guru dan siswa SMPN 1 Turi.Seusai senam, Mendikdasmen menyantap sarapan bubur kacang hijau sambil berdialog dengan siswa dalam bahasa Jawa."Selain berolahraga, kebiasaan anak Indonesia Hebat lainnya adalah bermasyarakat. Kalian telah menjadi contoh baik dalam mengimplementasikan budaya lokal. Semoga kelak menjadi generasi yang sukses," ujar Abdul Mu’ti.Dalam sesi utama, Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya pelestarian bahasa daerah melalui tiga langkah utama. "Pertama, gunakan bahasa daerah sebagai muatan lokal dalam pembelajaran. Kedua, gunakan dalam interaksi sehari-hari. Ketiga, manfaatkan sebagai sarana seni dan ilmu pengetahuan," jelasnya.Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa SMPN 1 Turi dipilih sebagai lokasi peringatan karena prestasinya sebagai Sekolah Pelestari Bahasa Jawa Terbaik dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang digelar Balai Bahasa Provinsi DIY pada November 2024."Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional yang dicanangkan UNESCO setiap 21 Februari mengingatkan kita bahwa bahasa memiliki peran penting dalam pendidikan, komunikasi, dan kehidupan sosial," ungkap Hafidz.Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, turut mengapresiasi penghargaan yang diraih SMPN 1 Turi. "Semoga ini menjadi pemantik bagi sekolah lain untuk berprestasi di bidang pelestarian bahasa daerah. Pemkab Sleman siap mendukung kebijakan revitalisasi bahasa daerah yang dilakukan Kemendikdasmen," katanya.Sementara itu, Kepala SMPN 1 Turi, Hospita Henny Koerniati, menyatakan bahwa kehadiran Mendikdasmen menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mendukung upaya revitalisasi bahasa daerah."Di sekolah kami, setiap hari Kamis siswa dan guru wajib menggunakan bahasa Jawa dalam proses pembelajaran dan interaksi di lingkungan sekolah," jelasnya.Sebagai penutup, Mendikdasmen menerima cendera mata berupa lukisan potret dirinya karya siswa kelas IX, Miftahul Najah. Ia juga diberikan Kamus Bahasa Jawa-Indonesia dan Bausastra Jawa dari Kepala Balai Bahasa Provinsi DIY sebagai bagian dari upaya revitalisasi bahasa daerah.Acara semakin semarak dengan penampilan Musikalisasi Gurit dari siswa SMPN 6 Yogyakarta dan Moco Cerkak (membaca cerita pendek dalam bahasa Jawa) oleh Gibran, siswa SDN Glagah Yogyakarta. Kedua pertunjukan tersebut merupakan hasil dari ajang FTBI Tingkat Provinsi DIY Tahun 2024.Dengan adanya peringatan ini, diharapkan generasi muda semakin bangga menggunakan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi