Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Mendikdasmen Kunjungi Pondok Modern Dea Malela, Evaluasi Program Pembentukan Karakter

GY Simanjuntak MSi - Rabu, 19 Februari 2025 09:36 WIB
Mendikdasmen, Abdul Mu ti, bersama rombongan saat tiba di Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, Sumbawa. (Dok/Kemendikdasmen)
Sumbawa (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu ti, melakukan kunjungan kerja ke Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, Kabupaten Sumbawa, pada 14-15 Februari 2025.Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung penerapan inovasi pendidikan berbasis nilai keislaman dan kebangsaan di pesantren tersebut.Selama dua hari kunjungan, Menteri Mu ti meninjau berbagai aktivitas akademik dan non-akademik di PMI Dea Malela.Ia turut menguji presentasi makalah ilmiah siswa SMA Dea Malela, menghadiri apel pagi, serta menyaksikan implementasi program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.Program ini merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang bertujuan untuk membentuk karakter unggul generasi muda dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.Pimpinan PMI Dea Malela, M Din Syamsuddin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mendikdasmen. Ia menilai kunjungan ini sebagai momentum strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan pesantren dan menegaskan bahwa program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat akan berkontribusi besar dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global.Dalam kesempatan yang sama, Penasehat Grand Shaikh Al Azhar, Nahla Shabri As-Sha idy, memberikan apresiasi terhadap sistem pembelajaran di PMI Dea Malela.Dalam sesi dialog, ia menyoroti bahwa banyak santri Indonesia melanjutkan studi ke luar negeri, tidak hanya ke Al Azhar, tetapi juga ke berbagai institusi pendidikan tinggi lainnya.Nahla Shabri As-Sha idy juga memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara bahasa Fushah dan Amiyah dalam bahasa Arab.Ia menjelaskan bahwa bahasa Fushah digunakan dalam Al-Qur an dan kitab-kitab klasik untuk pemahaman mendalam terhadap teks-teks keagamaan, sementara bahasa Amiyah adalah bahasa sehari-hari yang digunakan dalam percakapan umum.Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkualitas.Diharapkan pula, generasi santri yang memiliki wawasan global tetap berpegang teguh pada akar budaya dan nilai keislaman yang kuat. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

KPK dan Polda Metro Jaya Tangkap Empat Orang yang Mengaku Pegawai KPK di Jakarta Barat

Pendidikan

Pemkot Bandung Gandeng UTB Cetak SDM Unggul Berdaya Saing Global

Pendidikan

KPK Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan BRIN di Tengah Risiko Korupsi Sektor Riset

Pendidikan

Gubernur Bobby Nasution Serahkan Tali Asih untuk Atlet Sumut Peraih 30 Medali SEA Games 2025

Pendidikan

KPK Serahkan Aset Rampasan Senilai Rp3,88 M ke Kementerian PU untuk Proyek Jalan Tol

Pendidikan

KPK Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Pemberantasan Korupsi