Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kemendikbudristek Hadirkan Geliat Campursari di Tengah Perkembangan Zaman

GY Simanjuntak MSi - Rabu, 01 November 2023 09:55 WIB

Warning: getimagesize(https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2023/11/Kemendikbudristek-Hadirkan-Geliat-Campursari.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Kemendikbudristek menggandeng Brayat Endah Laras menggelar pentas campursari bertajuk Endahing Budoyo Larasing Campursari, di Gedung Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (31/10/2023). (Dok/Kemendikbudristek RI).

Jawa Tengah (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI menggandeng Brayat Endah Laras menggelar pentas campursari bertajuk Endahing Budoyo Larasing Campursari, di Gedung Kebudayaan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa.

Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah sukses diselenggarakan yang bertempat di Kota Surakarta, Solo, Jawa Tengah, pada akhir Juni lalu.

Perhelatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang campursari yang pernah berjaya dan digemari masyarakat sehingga makin kompetitif pada situasi saat ini, sekaligus membangun semangat musisi campursari terus berkarya.

Selain itu ditujukan juga untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda pada musik lokal sebagai bagian dari aset budaya Indonesia yang perlu disebarluaskan sehingga terus lestari.

Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra menuturkan bahwa musik campursari memilki nilai sosial yang tinggi sejak dulu ketika pertama kali populer di masyarakat hingga perkembangan masa kini dengan kreasi aransemen.

Menurut Mahendra, musik campursari dapat diterima seluruh kalangan usia muda dan tua serta banyak disukai pula oleh etnik masyarakat lainnya. Hal tersebut, ucap Mahendra, menjadi kekuatan nilai sosial musik campursari yang menyatukan keberagaman.

“Semangat yang dibawa oleh musik campursari inilah yang mesti hadir dalam pemajuan kebudayaan Indonesia. Musik campursari bukan sekadar menghibur, namun juga menanamkan prinsip kebersamaan dalam keberagaman,” kata Mahendra, Senin.

Mahendra mengemukakan, sajian musik campursari perlu menunjukkan levelnya di tengah perkembangan zaman dengan inovatif tanpa meninggalkan ciri otentiknya. “Dengan begitu campursari tetap bergeliat sebagai musik kearifan lokal yang mampu merevitalisasi genrenya sesuai kemajuan dinamika musik saat ini,” ucap Mahendra.

Sementara itu, musisi campursari Endah Laras menyampaikan, keindahan musik campursari terletak pada paduan musik beralunan khas lokal yang dirancang secara rapi ditambah aransemen sesuai perkembangan masa.

Endah menyebut, musik campursari merupakan alunan tembang yang merakyat, mengisahkan berbagai latar kehidupan, sehingga menjadi dapat diterima masyarakat karena disampaikan penuh dengan penjiwaan.

Dalam pentas yang mengusung tema Endahing Budoyo, Larasing Campursari di Kabupaten Karanganyar tampil sederet musisi campursari terkenal seperti Endah Laras, Soimah, Cak Diqin, Nurhana, Woro Mustika, dan penyanyi cilik Gading Cenol.

Pada pergelaran ini, para musisi tersebut membawakan tembang campursari karya aransemen ulang Tommy Widodo berkolaborasi dengan Sangga Buana yang sudah 30 tahun berkecimpung di dunia campursari dengan balutan Brayat Endah Laras Orkestra.

Kemeriahan pentas campursari di Kabupaten Karanganyar semakin bertambah dengan aksi kocak pelawak Marwoto, Den Baguse Ngarso, Gundhis, dan Rio Srundeng, serta sekitar 80 seniman campursari, orkestra, rampak kendang, maupun penari.

Endah Laras merupakan salah satu seniman yang telah 18 tahun berkecimpung di dunia musik campursari. Ia ingin mengulik kembali masa lalu kejayaan lagu-lagu campursari karya maestro Manthou’s, Andjar Any, Cak Diqin, Didi Kempot, Wasimin PS, serta beberapa karya maestro lainnya dalam perkembangan zaman sekarang ini. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Pemprov Jateng Rampungkan Kurikulum Perkoperasian untuk SD hingga SMA, Siap Diterapkan Tahun Ajaran 2026/2027

Pendidikan

Kasus LSD dan PMK di Temanggung Terkendali, Peternak Diminta Waspada Jelang Idul Adha

Pendidikan

Disdikbud Wonogiri Luncurkan HaloKakak, Kanal Aduan dan Konsultasi Pendidikan

Pendidikan

Mentan Amran Bongkar Tiga Dugaan Penyelewengan di Sektor Pertanian, Tegaskan Tak Ada Kompromi

Pendidikan

DWP Sumut Tegaskan Komitmen Cegah KDRT, Dorong Perempuan Berani Melapor

Pendidikan

Stok Beras Nasional Capai Rekor Tertinggi, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Kian Kuat