Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kemenperin: Pendidikan Vokasi Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing SDM di Indonesia

GY Simanjuntak MSi - Kamis, 24 November 2022 01:20 WIB
Kepala BPSDMI Kemenprin Arus Gunawan.
Jakarta (buseronline.com) - Pendidikan dan Pelatihan Vokasi (TVET) dapat meningkatkan kualitas dan daya saing SDM di Indonesia. Hal tersebut untuk memastikan tenaga kerja memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi pekerjaan hari ini dan masa depan.“TVET dapat menghubungkan siswa dengan industri dan membekali mereka dengan keterampilan praktis yang diperlukan industri,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Industri Kementerian Perindustrian (BPSDMI Kemenprin) Arus Gunawan lewat keterangannya yang diterima, Kamis (24/11/2022).Berdasarkan studi McKinsey, adanya otomatisasi akan menggantikan 23 juta pekerjaan di Indonesia pada tahun 2030. Namun sisi positifnya, sebanyak 46 juta pekerjaan baru akan tercipta jika Indonesia mampu mengimbangi transformasi ini.“Dengan pergeseran struktural tersebut, keterampilan yang dibutuhkan industri juga ikut berubah,” ujar Arus.Ia menyampaikan World Economic Forum telah memperkirakan bahwa ada sepuluh keterampilan teratas yang dibutuhkan pada tahun 2025, antara lain kemampuan analitis, pemecahan masalah yang kompleks, kreativitas, dan orisinalitas.“Untuk memanfaatkan keuntungan dari mega tren ini, Indonesia harus meningkatkan produktivitas pekerjanya, termasuk di sektor industri,” ungkapnya.Oleh karena itu, BPSDMI Kemenperin menjalin kerja sama dengan Prospera, Katalis dan Pemerintah Australia untuk menyelenggarakan Industrial Vocational Week 2022 Side-event: Matching skills with future of work.“Membangun ekosistem TVET yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha industri tidaklah mudah. Oleh karena itu, meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan semua pihak sangatlah penting,” imbuhnya.Tim Stapleton, Minister-Counsellor (Economic, Infrastructure and Investment) di Kedutaan Besar Australia di Jakarta mengemukakan, melalui program Prospera dan Katalis, Pemerintah Australia mendukung upaya Indonesia untuk menyesuaikan keterampilan dengan pekerjaan di masa depan.Sebanyak 200 peserta mengikuti seminar tersebut, baik secara daring maupun luring. Para peserta antara lain berasal dari satuan pendidikan di lingkungan Kemenperin, mitra industri, dan perwakilan kementerian dan lembaga terkait.Selain itu, dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT), Asian Development Bank, VAPRO International Indonesia, Program Reformasi Sistem TVET-GIZ, ILO, TVET System Reform Program-GIZ, ILO, Swiss Skills for Competitiveness Program (S4C), ADB, UNESCO-UNEVOC, dan ASEAN Secretariat.Direktur Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Mahatmi Parwitasari Saronto menyampaikan, pemerintah terus berupaya untuk merevitalisasi semua komponen sektor vokasi dan memastikannya berorientasi pada permintaan."Ini akan dilakukan melalui sistem informasi pasar tenaga kerja, rebranding lembaga TVET, reformasi institusi dan fasilitas TVET, mendesain ulang program TVET, merevitalisasi infrastruktur, reorientasi sumber daya manusia, serta meningkatkan kerja sama dan kolaborasi di antara semua pemangku kepentingan,” tutur Mahatmi.

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Sumut Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Pendidikan

Ahmad Luthfi Raih Detik Jateng-Jogja Award 2026, Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun

Pendidikan

Korbrimob Polri Hadiri NCT APAC 2026, Perkuat Kemampuan Hadapi Ancaman Bahan Peledak

Pendidikan

CKG Sumut Capai 32,81 Persen, Target 46 Persen hingga Akhir 2026

Pendidikan

Bobby Nasution Apresiasi Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin di Selat Malaka

Pendidikan

Pemko Medan Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 214 Mahasiswa, Maksimal Rp6 Juta per Semester