Bali (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Bali ikut menyebarluaskan nilai integritas dan antikorupsi melalui karya kreatif.
Dilansir dari laman
KPK, upaya tersebut diwujudkan melalui kompetisi komik Sketch Your Integrity (SYI) 2026 yang diikuti 25 peserta individu maupun kelompok.
Kompetisi yang digelar melalui kolaborasi KPK bersama ISI Bali ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasan tentang integritas, transparansi, dan antikorupsi dalam bentuk cerita bergambar.
Puncak kompetisi ditandai dengan kegiatan awarding di Gedung Citta Kelangen, Kampus ISI
Bali, pada 3 November 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200
mahasiswa dan dirangkai dengan diskusi mengenai peran seni dalam membangun budaya antikorupsi.
Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo mengatakan, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan. Diperlukan pula upaya pencegahan, pendidikan, serta keterlibatan aktif masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.
Menurutnya,
mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, sekaligus agen perubahan. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas kreatif sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
"Pemberantasan tindak pidana korupsi dilaksanakan dengan pencegahan, pendidikan, penindakan yang disertai dengan peran serta masyarakat. Saat ini, yang sedang KPK dengan ISI Bali lakukan adalah bagian dari pendidikan dan peran serta masyarakat dari mahasiswa untuk pemberantasan korupsi," ujar Ibnu.
Ia berharap karya komik
mahasiswa dapat menjadi media penyampaian pesan antikorupsi yang inspiratif sekaligus mendorong perubahan perilaku di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Pendidikan Tinggi Direktorat Jejaring Pendidikan KPK, Masagung Dewanto, menegaskan pendidikan antikorupsi harus dibangun melalui pengalaman dan pembiasaan nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya,
mahasiswa dapat memulai gerakan antikorupsi dari lingkungan terdekat, seperti membiasakan kejujuran, tidak menyontek, dan menghindari plagiarisme.
"Upaya menyuarakan antikorupsi tidak harus berupa laporan ke APH, bisa dilakukan sesuai dengan passion-nya masing-masing. Dimulai dari yang paling dekat, misalnya terkait perilaku seperti menyontek dan plagiarisme. Menyuarakan dengan metode komik juga menjadi alternatif untuk menuangkan sikap antikorupsinya," jelas Masagung.
Ia menambahkan, kompetisi SYI merupakan salah satu kegiatan kokurikuler yang mendukung pelaksanaan Pendidikan Antikorupsi di perguruan tinggi. Pendidikan integritas tidak cukup hanya disampaikan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga harus diperkuat dengan kegiatan yang memberikan pengalaman nyata kepada
mahasiswa.
"Strategi pendidikan walaupun dampaknya baru dirasakan cukup panjang, tetapi hasilnya menunjukkan akan lebih permanen. Secara sederhana, tujuannya adalah orang tidak lagi kepikiran melakukan korupsi, sedangkan dalam bahasa UNCAC, masyarakat tidak lagi permisif terhadap korupsi," katanya.
Rektor ISI
Bali Prof Dr I Wayan 'Kun' Adnyana mengapresiasi kolaborasi dengan
KPK yang memberikan kesempatan kepada
mahasiswa untuk menyampaikan pesan integritas melalui kreativitas seni.
Menurutnya, karya seni dan desain memiliki peran penting dalam membaca fenomena sosial. Komik menjadi salah satu media yang mampu menyampaikan kritik dan pesan moral dengan pendekatan ringan serta mudah diterima masyarakat. "Komik menawarkan sebuah media yang kritis namun tidak menghilangkan kejenakaannya," ujar Kun.
Ia menyebutkan, ISI
Bali juga telah menetapkan mata kuliah Kewarganegaraan dan Antikorupsi sebagai mata kuliah wajib di seluruh program studi. Kolaborasi dengan
KPK diharapkan semakin memperkuat kesadaran
mahasiswa terhadap pentingnya integritas.
Komikus profesional Adelia Maghfira yang hadir dalam sesi diskusi turut menekankan pentingnya kekuatan cerita dalam sebuah karya komik. Menurutnya, ilustrasi yang menarik perlu didukung pesan dan makna yang kuat agar dapat diterima pembaca.