Jakarta (buseronline.com) - Sebanyak 169 talenta muda berprestasi ditetapkan sebagai penerima Beasiswa Talenta Indonesia Angkatan I Tahun 2026.
Dilansir dari laman
Kemendikdasmen, program yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (
Kemendikdasmen) RI melalui Pusat Pengembangan Prestasi dan Pembinaan Karakter (Puspreska) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini bertujuan mendorong pengembangan potensi generasi muda melalui pendidikan tinggi.
Beasiswa tersebut diharapkan menjadi jembatan bagi para peraih prestasi di berbagai ajang nasional maupun internasional untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Kepala Puspreska
Kemendikdasmen RI Rusprita Putri Utami mengatakan
Beasiswa Talenta Indonesia merupakan bentuk dukungan pemerintah agar prestasi yang diraih para murid dapat berlanjut pada pengembangan kemampuan dan pendidikan tinggi.
Hal itu disampaikan Kepala Puspreska Kemendikdasmen RI Rusprita Putri Utami dalam penutupan Pembekalan Studi Beasiswa Talenta Indonesia Angkatan I 2026, pada 1 November 2026.
"Prestasi membuat kalian dikenal. Integritas membuat kalian dipercaya dan kontribusi membuat keberadaan kalian bermakna. Manfaatkan kesempatan beasiswa ini untuk berkontribusi bagi Indonesia," ujar Rusprita.
Ia berpesan agar para penerima beasiswa tidak hanya mengejar gelar akademik maupun penghargaan, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
"Jangan menunggu menjadi orang besar untuk mulai memberikan manfaat. Mulailah dari apa yang kalian miliki dan dari tempat kalian berada saat ini," pesannya.
Sementara itu, Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso menyampaikan bahwa Beasiswa Talenta Indonesia merupakan kesinambungan pembinaan terhadap murid berprestasi yang telah dilakukan sejak jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
Menurutnya, para talenta muda yang telah diidentifikasi dan dibina Puspreska perlu memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri.
"Kami melihat anak-anak yang sudah dibina sejak SD hingga SMA perlu mendapatkan kelanjutannya, sehingga bibit-bibit unggul yang sudah diidentifikasi oleh Puspreska bisa melanjutkan studi ke universitas terbaik dunia, baik di dalam maupun luar negeri," ungkap Dwi.
Dari total 169 penerima beasiswa, sebanyak 166 orang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dalam negeri, sedangkan tiga lainnya mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri. Mereka berasal dari berbagai ajang talenta nasional dan internasional serta mengambil beragam bidang keilmuan.
Sebelum memulai pendidikan tinggi, seluruh penerima beasiswa mengikuti rangkaian pembekalan studi untuk memperkuat kesiapan akademik, karakter, dan kemampuan beradaptasi. Kegiatan tersebut dimulai pada 17 September 2026 dan dilanjutkan melalui empat sesi utama pada 2, 3, 16, dan 17 Oktober 2026.
Dalam pembekalan tersebut, peserta mendapatkan delapan materi utama, di antaranya pengembangan pola pikir, ketangguhan menghadapi tantangan, integritas akademik, kepemimpinan, toleransi, hingga tanggung jawab sosial.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan presentasi kelompok melalui program Talent to Impact Project. Melalui kegiatan ini, para penerima beasiswa diajak merefleksikan materi pembekalan sekaligus merancang gagasan kontribusi yang dapat diwujudkan melalui ilmu pengetahuan dan kompetensi masing-masing.
Salah satu penerima beasiswa, Salwa Salsabila AZ dari SMAS Islam Atthirah, Sulawesi Selatan, mengaku bangga mendapatkan kesempatan tersebut. Salwa merupakan peraih Medali Perak Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025 dan kini melanjutkan pendidikan pada Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Menurut Salwa, proses seleksi hingga pembekalan memberikan pengalaman berharga dalam membangun pola pikir dan kesiapan menghadapi dunia pendidikan tinggi.
"Proses seleksi
Beasiswa Talenta Indonesia menjadi pengalaman yang menantang. Melalui pembekalan saya mendapatkan wawasan baru, khususnya mengenai pola pikir berkembang, ketangguhan mental, integritas, toleransi, dan tanggung jawab sosial," katanya.
Pengalaman serupa disampaikan Muhammad Lingga Padantya Junaedi dari MAN 2 Kota Malang. Penerima beasiswa luar negeri tersebut merupakan peraih Medali Emas OPSI 2024 dan Medali Perak Young Inventors Challenge (YIC) 2025. Saat ini, Lingga melanjutkan pendidikan di University of Toronto, Kanada.
Ia mengungkapkan materi Purpose and Meaning menjadi salah satu pembelajaran yang paling berkesan selama mengikuti pembekalan. "Terima kasih kepada
Kemendikdasmen dan Puspreska," ucapnya.