Jakarta (buseronline.com) - Kompetisi kreasi digital ImajiNation 2026 memasuki babak akhir setelah berhasil menjaring 6.800 peserta yang terdiri dari murid dan guru dari 38 provinsi di Indonesia.
Dilansir dari laman
Kemendikdasmen, kompetisi yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (
Kemendikdasmen) RI bersama Assemblr EDU serta didukung Samsung for Education tersebut menjadi wadah pengembangan kreativitas, kemampuan berpikir logis, dan keterampilan memecahkan masalah melalui Koding Visual.
Puncak kompetisi bertajuk Puncak dan Live Battle Koding Visual ImajiNation 2026 akan digelar Kamis (5/11/2026) di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta.
Kegiatan ini dijadwalkan dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, jajaran
Kemendikdasmen, tim Assemblr EDU, mitra pendukung, serta para finalis dari berbagai daerah.
Salah satu agenda utama dalam acara puncak tersebut adalah kompetisi langsung Koding Visual kategori SMP Makers. Empat tim terbaik akan beradu kreativitas dan kemampuan menyelesaikan tantangan melalui pengembangan karya digital secara langsung untuk memperebutkan gelar juara.
Keempat tim tersebut berasal dari MTsN 1 Lumajang, Jawa Timur; SMP Islam Al Azhar 37 Pekanbaru, Riau; SMP Negeri 95 Jakarta; dan SMPII Al Abidin Boyolali, Jawa Tengah.
Selain kompetisi langsung, acara puncak juga akan memberikan penghargaan kepada sembilan finalis dari tiga kategori lainnya.
Untuk kategori SD Dreamers, finalis yang terpilih yakni Alma Khaira Faizunnisa dari Sekolah Murid Merdeka Tangerang, Yusuf Maulana Savadhana dari SDI Al Azhar BSD Cileungsi, serta Theodore Alexander Simodiharjo dari Xin Zhong School Surabaya.
Sementara itu, kategori SMA/SMK Visionaries diwakili Lionell Garreth Kenshiro dari SMAK 3 Binabakti Bandung, I Made Gede Bagas Wisnaya dari SMKN 1 Denpasar, dan Osiana Angelica dari SMAN TU 1 Tana Tidung.
Adapun kategori EDU Innovators menghadirkan Miftah Rahmalia Ariyati dari SDN Ngembeh 1 Mojokerto, Decky Zulkarnain dari SMPI As-Shofa Pekanbaru, serta Farhan Mustaqim dari SMAN 2 Tambun Selatan, Bekasi.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan, ImajiNation memiliki semangat yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung implementasi pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) di satuan pendidikan.
Menurutnya, pembelajaran koding bukan sekadar mengajarkan kemampuan teknis menulis kode program, tetapi juga membangun pola pikir sistematis, kreatif, kolaboratif, dan kemampuan menyelesaikan masalah.