Salatiga (buseronline.com) - Pemerintah Kota Salatiga terus mendorong pelestarian permainan tradisional di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Dilansir dari laman Jatengprov, salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Dolanan Bareng Bunda PAUD yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, pada 31 Oktober 2026.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Patlikuran Kota
Salatiga itu melibatkan 80 anak dari delapan taman kanak-kanak (TK) se-Kota
Salatiga. Wali Kota
Salatiga Robby Hernawan bersama Bunda
PAUD Kota
Salatiga Retno Robby Hernawan turut hadir dan berinteraksi langsung dengan anak-anak.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal dan memainkan berbagai permainan tradisional, seperti gobak sodor, gundu, sunda manda, hingga gangsingan. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan senam bersama, membaca buku, mendengarkan dongeng, mewarnai, serta kuis interaktif.
Wali Kota Robby Hernawan bahkan turut mendongeng untuk menghibur sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Robby mengatakan, permainan tradisional perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak terlupakan di tengah dominasi hiburan digital.
Menurutnya, permainan tradisional bukan sekadar sarana hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukasi dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. "Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya bergembira, tetapi juga belajar tentang kerja sama, keberanian, kepercayaan diri, dan kebersamaan. Kita ingin permainan tradisional tetap dikenal dan dicintai anak-anak, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital," ungkapnya.
Menurut Robby, aktivitas bermain secara langsung bersama teman sebaya menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Melalui permainan tradisional, anak-anak dapat belajar bersosialisasi, membangun sportivitas, mengembangkan kreativitas, serta melatih kemampuan bekerja sama.