Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Pendidikan, Revitalisasi 59 Ribu Sekolah dan Salurkan 300 Ribu IFP

Heri - Sabtu, 31 Oktober 2026 19:35 WIB
Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti dalam acara 2 Tahun Prabowo-Gibran: Rapor untuk Rakyat di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI terus memperkuat pembangunan pendidikan melalui empat dasar utama, yakni infrastruktur fisik, pedagogis, budaya, dan manajerial.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti mengatakan penguatan empat dasar tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam dua tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.

Hal itu disampaikannya dalam acara 2 Tahun Prabowo-Gibran: Rapor untuk Rakyat di Jakarta, pada 27 Oktober 2026. Pada kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti juga menerima Piala Adripraya dari Garuda TV.

Ia menjelaskan, dasar pertama adalah infrastruktur fisik yang diwujudkan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran.

Hingga Oktober 2026, Kemendikdasmen telah merevitalisasi lebih dari 59 ribu satuan pendidikan sepanjang 2025 dan 2026. Selain itu, lebih dari 300 ribu perangkat Interactive Flat Panel (IFP) telah didistribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

"Sampai saat saya berpidato ini, sudah lebih dari 59 ribu satuan pendidikan yang kita revitalisasi di tahun 2025 dan 2026. Selain itu, sudah lebih dari 300 ribu Interactive Flat Panel (IFP) yang kita distribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia," ujar Abdul Mu'ti.

Dasar kedua adalah infrastruktur pedagogis yang berfokus pada peningkatan kualitas dan kompetensi guru. Salah satu upayanya melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memberikan kesempatan kepada guru belum berkualifikasi D4 atau S1 untuk melanjutkan pendidikan.

Program tersebut didukung beasiswa sebesar Rp3 juta per guru. Pada tahun pertama, sebanyak 12.500 guru telah menyelesaikan program RPL. Sementara pada tahun kedua, Kemendikdasmen menyiapkan gelombang kedua bagi lebih dari 50 ribu guru.

Peningkatan kompetensi juga dilakukan melalui lima jenis pelatihan, meliputi pembelajaran mendalam, bimbingan dan konseling, koding dan kecerdasan artifisial, sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM), serta bahasa Inggris.

Selain itu, pemerintah meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Tunjangan guru non-ASN naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, sedangkan insentif bagi guru yang belum memiliki sertifikat pendidik meningkat dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan.

Dasar ketiga adalah infrastruktur budaya yang diarahkan untuk memperkuat karakter peserta didik. Kebijakan tersebut diwujudkan melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, serta pengembangan bakat dan minat melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Kemendikdasmen juga menetapkan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib guna membentuk karakter dan memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi diri.

Sementara itu, dasar keempat adalah infrastruktur manajerial yang menitikberatkan pada penyederhanaan birokrasi dan peningkatan efektivitas tata kelola pendidikan.

Abdul Mu'ti menegaskan, pemerintah berupaya mengurangi beban administrasi guru agar mereka lebih fokus pada kegiatan pembelajaran. Salah satunya dengan menyederhanakan kewajiban pelaporan sehingga guru cukup menyampaikan laporan satu kali dalam setahun.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kemendikdasmen Hadirkan Buku Amerta, Tanamkan Kesadaran Konservasi Air Sejak Dini

Pendidikan

Kemendikdasmen Revitalisasi 55.451 Sekolah dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Pendidikan

Kemendikdasmen Buka Ujian Susulan TKA pada 30 Oktober, Siswa Terdampak Gangguan Jaringan Bisa Ikut

Pendidikan

Kemendikdasmen Luncurkan Peta Jalan Pendidikan Multibahasa Asia Tenggara

Pendidikan

Kemendikdasmen Gelar Kompetisi Juara Kelas Indonesia, Libatkan Sekolah dari 38 Provinsi

Pendidikan

Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi dengan Dewan Pendidikan, Fokus Tingkatkan Mutu Pembelajaran