Wamendikdasmen Tinjau Pelaksanaan TKA di Bogor, Serap Masukan Guru dan Siswa

Heri - Jumat, 30 Oktober 2026 18:05 WIB
Wamendikdasmen RI Fajar Riza Ul Haq meninjau pelaksanaan hari kedua TKA di SMA Negeri 2 Cileungsi dan SMK Negeri 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026).

Bogor (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Fajar Riza Ul Haq meninjau pelaksanaan hari kedua Ujian Kemampuan Akademik (TKA) di SMA Negeri 2 Cileungsi dan SMK Negeri 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 27 Oktober 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, dalam kunjungan tersebut, Fajar berdialog dengan kepala sekolah, guru, dan siswa untuk mengetahui kesiapan pelaksanaan ujian, pengalaman peserta, serta kendala yang dihadapi selama TKA berlangsung.

Kepala SMA Negeri 2 Cileungsi Titin Kustini mengatakan pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari sosialisasi kepada siswa dan orang tua, pemeriksaan laboratorium komputer dan jaringan internet, pemeliharaan perangkat, hingga penyediaan sumber daya listrik cadangan.

Sekolah juga menggelar simulasi dan gladi bersih untuk membiasakan siswa menggunakan aplikasi serta memahami mekanisme pelaksanaan TKA. Selain persiapan teknis, sekolah memberikan pendampingan akademik melalui pendalaman materi dan latihan soal selama tiga minggu.

Guru Bimbingan dan Konseling (BK) turut membantu siswa menjaga motivasi dan mengelola stres menjelang ujian. "Sekolah juga menyediakan ruang konsultasi bagi siswa yang membutuhkannya. Kami mendorong orang tua untuk memberikan dukungan tanpa membebani anak-anak mereka dengan harapan yang berlebihan," ujar Titin.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar menjelaskan bahwa penyusunan soal TKA melibatkan guru untuk memastikan materi penilaian sesuai dengan kemampuan siswa dan selaras dengan capaian pembelajaran.

Ia mengatakan, soal-soal disusun secara kolektif dengan mempertimbangkan kompetensi siswa pada bidang yang diujikan. Fajar juga menanggapi masukan guru mengenai kesesuaian materi yang diajarkan di sekolah dengan soal TKA.

Menurutnya, pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning menekankan pemahaman terhadap materi pokok, bukan sekadar banyaknya materi yang dipelajari. "Masukan guru mengenai pengalaman belajar di kelas sangat penting untuk dipertimbangkan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran," kata Fajar.

Dari kalangan siswa, Manggala Hida Rizki, siswa kelas XII SMA Negeri 2 Cileungsi mengungkapkan bahwa sebagian besar soal Bahasa Indonesia yang dikerjakannya pada sesi pertama berbasis teks. Kemampuan memahami bacaan menjadi salah satu faktor yang membantunya menemukan jawaban.

Untuk mempersiapkan diri, Manggala mengerjakan latihan soal secara daring, belajar bersama guru, dan berdiskusi dengan teman-temannya. Ia menilai TKA bermanfaat untuk mengetahui perkembangan pembelajaran siswa.

"TKA sangat berguna untuk menilai kemajuan proses pembelajaran. Saya sangat setuju dengan gagasan menggunakan TKA sebagai validator," ujarnya.

Sementara itu, siswi kelas XII SMA Negeri 2 Cileungsi Yasmin Elyzia Zakira mengatakan sebagian besar materi Bahasa Indonesia dalam TKA sesuai dengan materi yang dipelajarinya di sekolah.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Wamendikdasmen Dorong Revitalisasi Sekolah di Daerah Rawan Banjir Demak

Pendidikan

Wamendikdasmen Dorong Pembelajaran Kontekstual untuk Kembangkan Potensi Anak Papua

Pendidikan

KKRI Jadi Ekstrakurikuler Pilihan, Kemendikdasmen Tekankan Pembentukan Karakter Siswa

Pendidikan

Kemendikdasmen Dorong Transformasi Layanan BK di Sekolah

Pendidikan

Kemendikdasmen Perkuat Akses Pendidikan melalui Beasiswa SCG Sharing the Dream 2026

Pendidikan

Wamendikdasmen Dorong Bungo Tingkatkan APK SMA, 4 Juta Anak Masih Tidak Sekolah