SEAQIL Gelar AISOFOLL ke-17, Dorong Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Bahasa

Heri - Rabu, 28 Oktober 2026 14:30 WIB
SEAQIL menggelar Simposium Internasional Pembelajaran Bahasa Asing Tahunan ke-17 atau AISOFOLL di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Jakarta (buseronline.com) - SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menggelar Simposium Internasional Pembelajaran Bahasa Asing Tahunan ke-17 atau Annual International Symposium on Foreign Language Learning (AISOFOLL) di Jakarta, pada 7 Oktober 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, kegiatan ini membahas pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa untuk memperkuat literasi, kemampuan berpikir kritis, dan pembentukan karakter siswa.

Simposium yang mengusung tema "Membentuk Generasi Masa Depan: Memperkuat Pengajaran Bahasa yang Diperkaya Teknologi untuk Literasi dan Pengembangan Karakter" tersebut mempertemukan guru, tenaga kependidikan, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Kerja Sama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI Lukmanul Hakim mengatakan perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi guru agar pemanfaatannya benar-benar mendukung proses pembelajaran.

Menurutnya, guru membutuhkan penguatan pengetahuan dan keterampilan pedagogis untuk menentukan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan tujuan pembelajaran.

"Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mendukung pengembangan profesional guru, termasuk di bidang Pembelajaran Mendalam, Bahasa Inggris, literasi dan numerasi, kepemimpinan sekolah, serta Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM)," ujar Lukmanul.

Ia berharap berbagai program tersebut dapat memperluas pemanfaatan teknologi dalam pendidikan sekaligus membantu guru mengambil keputusan yang tepat dalam proses pembelajaran.

Direktur SEAQIL, Brian Arieska Pranata, menambahkan bahwa ketersediaan perangkat dan aplikasi digital harus diikuti kemampuan guru dalam menggunakannya secara efektif.

Karena itu, kolaborasi, diskusi, dan pengembangan profesional menjadi penting untuk menghadapi perubahan teknologi. "Teknologi memberi kita lebih banyak alat, tetapi tidak secara otomatis mengajarkan kita cara menggunakannya dengan tepat," kata Brian.

Ia menjelaskan, teknologi dalam pembelajaran bahasa harus mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca secara kritis, berkomunikasi secara efektif, serta menggunakan informasi secara bertanggung jawab.

Brian juga menyoroti penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin memudahkan siswa menghasilkan teks dan menemukan ide. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan memverifikasi informasi, berpikir kritis, dan bertanggung jawab atas hasil pekerjaan.

Selain meningkatkan kompetensi bahasa, pembelajaran juga diharapkan mampu menumbuhkan sikap saling menghormati dan keterampilan berkomunikasi di tengah keberagaman.

Sementara itu, pembicara utama dari Mahidol University, Thailand, Aphiwit Liang-Itsara, menekankan pentingnya menghubungkan penggunaan teknologi dengan motivasi dan tujuan siswa dalam mempelajari bahasa.

Menurutnya, ketertarikan siswa terhadap aplikasi baru perlu dikembangkan menjadi motivasi belajar yang berkelanjutan melalui aktivitas yang sesuai dengan pengalaman dan kebutuhan mereka.

"Teknologi menjadi bermakna dalam pembelajaran ketika terhubung dengan tujuan, pengalaman, identitas, dan alasan siswa dalam mempelajari bahasa," ujarnya.

AISOFOLL ke-17 menghadirkan enam pembicara utama dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia dan sejumlah negara, yakni Amerika Serikat, Thailand, Tiongkok, Singapura, dan Australia. Empat pembicara hadir secara langsung, sedangkan dua lainnya mengikuti kegiatan secara daring.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

KPK Hibahkan Aset Rampasan Korupsi Rp9,65 Miliar ke Pemprov DKI, Bakal Jadi Pos Damkar

Pendidikan

Densus 88 dan Disdik DKI Gelar Workshop Sekolah Ramah Anak, Cegah Radikalisme dan Cyberbullying

Pendidikan

Kapolri Suyudi Ario Seto Silaturahmi ke MUI, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan dan Kerukunan

Pendidikan

Rumah Pendidikan Hadirkan Pembelajaran Interaktif, Bantu Guru dan Siswa di SMA Negeri 80 Jakarta

Pendidikan

Kemenkes: Kesehatan Jiwa Jadi Kunci Peningkatan Kualitas SDM Indonesia

Pendidikan

Kemenkes Ajak Keluarga Rangkul Neurodivergent, 9 dari 10 Penderita Depresi Belum Terjangkau Layanan Kesehatan