Tapanuli Utara (buseronline.com) - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan membawa perubahan signifikan bagi SD Negeri 173281 Lumban Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, sekolah yang sebelumnya memiliki ruang kelas rusak, atap bocor, lantai berlubang, serta toilet tidak layak kini memiliki fasilitas yang lebih baik untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Kepala SD Negeri 173281 Lumban Julu, Tamaria Purba mengatakan bahwa sejak sekolah tersebut berdiri, belum pernah dilakukan perbaikan signifikan terhadap fasilitas dan infrastrukturnya.
Kondisi bangunan yang memprihatinkan bahkan mengganggu proses pembelajaran, terutama saat musim hujan. "Sejak sekolah ini berdiri, belum ada perbaikan signifikan terhadap fasilitas dan infrastrukturnya," ungkap Tamaria.
Pada 2025, sekolah tersebut menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp775.180.174. Dana itu digunakan untuk merehabilitasi dua ruang kelas beserta toilet dan fasilitas sanitasi, serta membangun ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan.
Menurut Tamaria, perbaikan tersebut membuat lingkungan sekolah menjadi lebih tertata dan nyaman. Guru maupun siswa kini lebih antusias mengikuti kegiatan pembelajaran.
Ia menambahkan, perubahan kondisi sekolah juga mendapat sambutan positif dari para orang tua karena anak-anak mereka dapat belajar di lingkungan yang lebih aman dan nyaman. Kondisi tersebut diharapkan turut mendukung peningkatan prestasi akademik dan nonakademik siswa.
Perubahan serupa dirasakan Arion Maruli Hurabarat, siswa kelas IV SD Negeri 173281 Lumban Julu. Ia mengenang kondisi sekolah saat masih duduk di kelas III, ketika sejumlah jendela pecah, atap berlubang, dan lantai ruang kelas mengalami kerusakan.
"Saat saya masuk kelas empat, ruang kelas dan toilet jauh lebih bagus. Saya jadi sangat antusias belajar. Terima kasih, Bapak Presiden dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah," ujar Arion.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (
Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti meninjau langsung hasil revitalisasi SD Negeri 173281 Lumban Julu saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten
Tapanuli Utara, pada 15 Oktober 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu'ti tidak hanya memeriksa kondisi bangunan sekolah, tetapi juga menyaksikan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) atau layar interaktif digital.
Saat pelajaran Bahasa Inggris berlangsung, para siswa terlihat aktif berpartisipasi. Mereka mengangkat tangan dan maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal melalui layar interaktif.
Suasana pembelajaran juga berlangsung menyenangkan dengan kegiatan penyegar suasana melalui lagu dan gerakan yang ditampilkan lewat video.
Abdul Mu'ti berharap pembaruan fasilitas sekolah dapat diikuti dengan meningkatnya semangat belajar para siswa. "Sekolah ini memiliki wajah dan penampilan baru, dan semoga antusiasme pun akan diperbarui," kata Abdul Mu'ti.
Ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan setiap warga negara Indonesia memperoleh kesempatan pendidikan yang setara. Salah satu langkah yang dilakukan ialah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan agar sekolah mampu menyediakan lingkungan belajar yang layak bagi siswa dan guru.