Surabaya (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti mendorong pengawas sekolah untuk terus meningkatkan kompetensi guna mendukung penerapan kebijakan pendidikan serta meningkatkan kualitas pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, hal tersebut disampaikan Abdul Mu'ti dalam Pertemuan Koordinasi Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) di Surabaya,
Jawa Timur, pada 12 Oktober 2026.
Ia menegaskan bahwa pengawas sekolah memiliki peran strategis dalam mendampingi guru dan kepala sekolah untuk menciptakan pembelajaran berkualitas serta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik. "Para pengawas memiliki tugas untuk melaksanakan supervisi pendidikan," ujar Abdul Mu'ti.
Menurutnya, tugas pengawasan perlu didukung dengan pembagian peran yang jelas serta pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Pengawas sekolah juga harus memahami berbagai kebijakan pendidikan agar mampu membantu sekolah melaksanakan program pemerintah secara efektif.
Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian adalah penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), serta pengenalan pemrograman dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.
Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam tidak hanya berfokus pada penyampaian pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada pengembangan nilai-nilai serta kemampuan peserta didik.
Oleh karena itu, pengawas sekolah diharapkan dapat mendampingi guru dan kepala sekolah agar proses pembelajaran semakin bermakna dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Selain itu, pemrograman dan AI diperkenalkan sebagai mata pelajaran pilihan mulai kelas V sekolah dasar hingga jenjang sekolah menengah. Pelaksanaannya memerlukan kesiapan guru dan sekolah, termasuk melalui pelatihan serta pemanfaatan teknologi yang tepat.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan AI harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pemahaman etika. Dengan demikian, teknologi dapat dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran.
Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, Abdul Mu'ti turut menekankan pentingnya menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman. Sekolah harus menjadi tempat bagi peserta didik untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensi tanpa rasa takut terhadap perundungan maupun kekerasan.
Karena itu, upaya pencegahan perundungan dan kekerasan serta penguatan layanan bimbingan dan konseling perlu menjadi perhatian seluruh warga sekolah.
"Kami ingin membangun hubungan tersebut. Jadi, dengan budaya sekolah yang aman dan nyaman, kami ingin menjadikan sekolah sebagai rumah bagi anak-anak kami," katanya.