Bunda PAUD Jateng Dorong Pembelajaran Koding dan Robotik di Sekolah

Heri - Sabtu, 10 Oktober 2026 11:35 WIB
Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin saat membuka kegiatan Training for Trainer Pelatihan dan Simulasi Kompetisi Sains, Koding, dan Robotik Berbasis STEAM bagi guru SD, SMP, SMA, dan SMK se-Jawa Tengah di Gedung Kuliah FMIPA Universitas Negeri Semarang, Kamis (8/10/2026).

Semarang (buseronline.com) - Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendorong penerapan pembelajaran koding dan robotik di sekolah untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis, daya kritis, serta keterampilan memecahkan masalah pada anak.

Dilansir dari laman Jatengprov, hal tersebut disampaikan Nawal saat membuka kegiatan Training for Trainer Pelatihan dan Simulasi Kompetisi Sains, Koding, dan Robotik Berbasis STEAM bagi guru SD, SMP, SMA, dan SMK se-Jawa Tengah di Gedung Kuliah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang, pada 8 Oktober 2026.

Menurut Nawal, pembelajaran koding dan robotik tidak hanya mengenalkan teknologi kepada peserta didik, tetapi juga dapat mendukung perkembangan kecerdasan sosial dan emosional anak. Oleh karena itu, pembelajaran tersebut perlu diperluas dan diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah.

"Ini saya rasa merupakan sebuah pembelajaran penting, dan kita harus memperluas jaringan pendidikan di Jawa Tengah ini, agar mereka bisa juga coding dan robotik ini kita masukkan dalam internalisasi kurikulum dalam pembelajaran-pembelajaran yang sudah dilakukan," ujarnya.

Nawal mengungkapkan, Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Jawa Tengah bersama Rumah Edukasi telah memberikan pelatihan koding dan robotik berbasis STEAM kepada lebih dari 600 guru PAUD. Upaya ini menjadi langkah untuk memperkenalkan pembelajaran berbasis teknologi sejak usia dini.

Penerapan pembelajaran tersebut juga sejalan dengan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 127/P/2025 tentang Pedoman Implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Nawal menilai, koding dan robotik dapat menjadi metode pembelajaran yang lebih menarik, khususnya dalam mengenalkan materi matematika dan sains. Melalui pendekatan belajar sambil bermain, anak-anak diharapkan lebih mudah memahami materi sekaligus mengembangkan kreativitasnya.

"Karena ternyata lebih menyenangkan, mereka bisa belajar matematika sambil bermain. Mungkin juga belajar sains itu mereka merasa sambil bermain," katanya.

Ia menambahkan, sejumlah negara telah mengembangkan pembelajaran koding dan robotik dalam sistem pendidikan. Jepang, misalnya, mulai menerapkan koding pada 2020, sedangkan Singapura juga mengembangkan pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial atau AI bagi peserta didik.

Meski demikian, Nawal menegaskan bahwa penerapan koding dan robotik tidak harus membutuhkan perangkat mahal. Sekolah dan guru dapat menggunakan media sederhana, seperti kertas dan kardus, untuk mengenalkan konsep dasar teknologi kepada anak.

"Kita bisa memakai banyak sekali media-media pembelajaran, selain daripada robot-robot yang mahal. Kita bisa pakai kertas, kardus dan sebagainya, untuk bisa menunjang adanya pembelajaran," ungkapnya.

Sementara itu, Guru SMP Kesatrian 2 Semarang, Yuda Fathoni, mengatakan bahwa sekolahnya telah mengenalkan teknologi dasar kepada siswa.

Menurutnya, pembelajaran teknologi di tingkat SMP masih bersifat pravokasional sebagai pengenalan sebelum siswa mendalami keterampilan yang lebih spesifik di jenjang SMK.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Ketua TP Posyandu Pati Dorong Penguatan Kelembagaan dan Kualitas Pelayanan

Pendidikan

72 UMKM Jawa Tengah Ramaikan Inacraft, Bidik Pasar Internasional

Pendidikan

Jateng Matangkan Program Gentengisasi, Bidik Penguatan IKM Lokal

Pendidikan

DWP Jateng Dorong Perempuan Siapkan Kualitas Hidup Sejak Dini

Pendidikan

Posyandu di Jateng Kini Layani Enam Bidang SPM

Pendidikan

Nawal Arafah Yasin Dorong Penggunaan AI untuk Tingkatkan Daya Kritis Anak