IMSO ke-23 Resmi Ditutup, 207 Matematikawan Muda dari 23 Negara Adu Kemampuan

Heri - Jumat, 09 Oktober 2026 12:45 WIB
Ajang kompetisi internasional yang mempertemukan pelajar berbakat di bidang matematika dan sains itu ditutup di PPSDM Kemendikdasmen RI, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026).

Depok (buseronline.com) - Olimpiade Matematika dan Sains Internasional (IMSO) ke-23 resmi berakhir. Ajang kompetisi internasional yang mempertemukan pelajar berbakat di bidang matematika dan sains itu ditutup di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Depok, Jawa Barat, pada 6 Oktober 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, penutupan IMSO ke-23 menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada seluruh peserta sekaligus menegaskan pentingnya penguatan kemampuan matematika dan sains, penalaran logis, serta keterampilan memecahkan masalah.

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen dan Lembaga, Didik Suhardi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi tersebut.

"Saya mengucapkan selamat kepada para peserta atas prestasi luar biasa dan medali emas mereka. Kami percaya bahwa semua peserta adalah anak muda yang luar biasa yang telah mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik," ujar Didik.

Menurut Didik, IMSO ke-23 tidak hanya menjadi ajang menguji kemampuan akademik. Selama enam hari pelaksanaan, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan pendukung, seperti seminar internasional, malam budaya, serta kunjungan edukatif ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua IMSO, dewan juri, panitia, dan para relawan yang telah bekerja keras sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar.

Sementara itu, Ketua IMSO Raden Ridwan Hasan Saputra mengatakan, IMSO memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi akademik. Menurutnya, peserta telah menunjukkan sportivitas, ketangguhan, semangat belajar, dan persaudaraan antarbangsa.

"IMSO lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah keluarga besar internasional yang dipersatukan oleh semangat penemuan dan saling menghormati," kata Ridwan.

Ia menilai keberanian peserta tampil dalam kompetisi tingkat internasional, ketekunan menghadapi tantangan, serta persahabatan yang terjalin selama kegiatan merupakan pencapaian yang tidak kalah penting dibandingkan medali yang diraih.

Ridwan juga berharap para peserta dapat menjadi duta matematika dan sains yang membawa pengalaman dari IMSO untuk memberikan kontribusi positif bagi masa depan.

Dari hasil evaluasi akademik, Komite Akademik Sains menyebutkan bahwa secara umum peserta memiliki pemahaman yang baik terhadap berbagai konsep ilmiah. Namun, masih terdapat sejumlah konsep yang perlu diperdalam, terutama dalam memahami penerapannya pada situasi yang lebih luas.

Beberapa kesalahan konseptual ditemukan pada materi presentasi grafis, gravitasi dan percepatan, arus listrik dan hambatan, penguapan dan kondensasi, serta perbedaan antara unsur, senyawa, dan campuran.

Pada ujian eksperimental, kemampuan komunikasi dan kerja sama tim peserta mendapat apresiasi. Meski demikian, sejumlah peserta masih lebih banyak mengandalkan hasil pengamatan dibandingkan menerapkan konsep ilmiah. Kesulitan juga ditemukan dalam mengolah data dan menyajikannya dalam bentuk grafik secara akurat.

Kendati demikian, dewan juri menilai IMSO ke-23 sebagai salah satu kompetisi yang berlangsung sangat ketat. Perbedaan nilai antara peserta yang memperoleh medali perak dan perunggu sangat tipis.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kemendikdasmen Dorong Pendidikan Jadi Penggerak Konservasi Keanekaragaman Hayati

Pendidikan

Siswa Indonesia Siap Ukir Prestasi di IMSO-23 2026

Pendidikan

IMSO-23 Kembali Digelar di Indonesia, 23 Negara Ambil Bagian

Pendidikan

61 Satuan Pendidikan di Kebumen Direvitalisasi, Wamendikdasmen Tekankan Penguatan Karakter Siswa

Pendidikan

OPSI 2026 Jadi Wadah Pengembangan Talenta Penelitian dan Inovasi Siswa

Pendidikan

Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Pancasila melalui Budaya Sekolah