400 Guru Mengaji Bandung Dipersiapkan Jadi Penggerak Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an

Heri - Rabu, 07 Oktober 2026 20:00 WIB
Kegiatan bertajuk Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an dan Pelatihan Guru Mengaji melalui Metode Literasi Membaca Al-Qur’an tersebut digelar di Hotel Oakwood Merdeka Bandung, Jalan Jawa, Senin (5/10/2026).

Bandung (buseronline.com) - Sebanyak 400 guru mengaji dan tokoh pendidikan Al-Qur'an di Kota Bandung mengikuti pelatihan metode literasi membaca Al-Qur'an.

Dilansir dari laman Jabarprov, pelatihan ini ditujukan untuk memperkuat peran guru mengaji sekaligus memperluas gerakan pemberantasan buta huruf Al-Qur'an di tengah masyarakat.

Kegiatan bertajuk Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an dan Pelatihan Guru Mengaji melalui Metode Literasi Membaca Al-Qur'an tersebut digelar di Hotel Oakwood Merdeka Bandung, Jalan Jawa, pada 5 Oktober 2026.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, guru mengaji memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan anak-anak dan keluarga melalui pendidikan informal.

Menurut Farhan, kemampuan orang tua dalam membaca Al-Qur'an tidak selalu diikuti kemampuan untuk mengajarkannya kepada anak. Kondisi tersebut membuat keberadaan guru mengaji penting dalam membantu keluarga memberikan pendidikan agama dan pembentukan karakter.

"Rata-rata orang tua itu walaupun pintar ngaji, enggak semuanya pintar ngajar. Kadang-kadang kita lebih banyak galaknya daripada ngajarnya. Jadi keberadaan para guru mengaji menjadi sangat strategis," ujar Farhan.

Ia mengatakan, pendidikan agama dan karakter perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Namun, tidak semua keluarga memiliki kondisi yang ideal sehingga guru mengaji diharapkan dapat mengisi ruang tersebut.

"Pendidikan karakter, pendidikan keagamaan mesti mulai dari rumah. Di rumah juga tidak semuanya keluarga ideal. Keberadaan guru ngaji yang hadir di relung-relung kehidupan pribadi ini akan mengisi kekosongan," katanya.

Farhan juga mendorong agar pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan kemampuan 400 peserta. Para guru mengaji diharapkan dapat menjadi pelatih bagi guru lainnya melalui konsep Training of Trainers (TOT). "Perluasan. Mudah-mudahan bisa jadi TOT nantinya, training of trainers untuk para guru ngaji," ujarnya.

Selain meningkatkan kompetensi guru mengaji, Farhan berharap literasi Al-Qur'an dapat menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, membaca Al-Qur'an dapat dilakukan kapan saja dan tidak harus terikat pada waktu tertentu.

"Kalau ngaji mah bisa kapan aja. Jadi justru literasi Al-Qur'an itu tujuannya agar terbiasa membaca Al-Qur'an kapan pun, di mana pun," katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bandung Nasrullah Jamaluddin menjelaskan, 400 peserta pelatihan tersebut dibagi menjadi empat gelombang. Setiap gelombang diikuti 100 peserta.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Dinkes Bandung Kejar Anak Zero Dose Lewat Bulan Imunisasi Sepanjang Oktober

Pendidikan

KPK Ajak Generasi Muda Berani Bersuara Lewat Karya Kreatif

Pendidikan

SNT 7 Bogor Dorong Siswa Ciptakan Solusi Lewat Pembelajaran STEM

Pendidikan

Bandung Jadi Lokasi Uji Coba Reformasi Sistem JKN

Pendidikan

Pemprov Jabar Dorong Rebana Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Baru

Pendidikan

Mendikdasmen Tinjau Revitalisasi SDN 1 Kedungjaya Cirebon