FLS3N 2026 Resmi Berakhir, Siswa Didorong Terus Berkarya dan Lestarikan Budaya

Heri - Rabu, 07 Oktober 2026 18:40 WIB
FLS3N 2026 resmi berakhir.

Jakarta (buseronline.com) - Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 resmi berakhir. Dilansir dari laman Kemendikdasmen, ajang nasional tersebut menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menampilkan bakat di bidang seni, budaya, dan sastra.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene mengapresiasi seluruh peserta dan finalis yang telah mengikuti rangkaian kompetisi hingga tingkat nasional.

Menurut Maria, para siswa tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam berkompetisi, tetapi juga ikut mengambil peran dalam menjaga dan melestarikan budaya Indonesia melalui karya seni dan sastra.

"Saya sangat bangga bahwa dalam menyelenggarakan kompetisi ini, kalian telah menunjukkan bakat kalian dan kalian adalah ujung tombak utama dalam menjaga dan melestarikan budaya," kata Maria di Jakarta, pada 3 Oktober 2026.

Ia menegaskan bahwa FLS3N bukan sekadar ajang untuk meraih penghargaan. Kompetisi tersebut juga menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kerja keras, kreativitas, serta cerita dan kekayaan budaya dari daerah masing-masing.

Maria juga mengingatkan para siswa agar tidak berhenti berkarya setelah kompetisi selesai. Prestasi yang diraih, kata dia, seharusnya menjadi awal untuk terus mengembangkan kreativitas dan potensi diri.

"Jangan hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga pada kreativitas. Jangan pernah berhenti berkarya. Anggaplah prestasi ini bukan sebagai garis finish, tetapi sebagai awal dari perjalanan yang lebih panjang," ujarnya.

Pada FLS3N 2026, siswa sekolah dasar mengikuti tujuh kategori lomba, yakni Bercerita dengan Gambar, Bernyanyi Solo, Kerajinan Tangan, Bercerita, Menulis Cerita, Pantomim, dan Tari.

Sementara itu, siswa sekolah menengah pertama berkompetisi dalam delapan kategori, yaitu Ansambel Campuran Tiga Alat Musik, Ilustrasi, Kreativitas Musik Tradisional, Bercerita, Bernyanyi Solo, Menulis Cerita, Pantomim, dan Tari.

Salah satu peserta yang berhasil meraih prestasi adalah Jasmine Aulia Putri, siswi SMP Negeri 1 Kota Cirebon, Jawa Barat. Jasmine berhasil membawa pulang medali emas dalam kategori Mendongeng.

Jasmine mengatakan, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dari kompetisi tingkat kota, kemudian provinsi, hingga akhirnya tampil di tingkat nasional.

"Syukur kepada Tuhan, karena mencapai tahap ini adalah proses yang cukup panjang, dimulai dari berkompetisi di tingkat kota, di tingkat provinsi, hingga tahap final di tingkat nasional," kata Jasmine.

Dalam persiapannya, Jasmine menjalani latihan intensif untuk memerankan sejumlah karakter dalam dongeng, termasuk Sunan Kalijaga, seorang siswa laki-laki, dan seekor monyet. Ia juga berlatih memainkan alat musik sambil bercerita agar musik yang dibawakan selaras dengan alur cerita.

Menurut Jasmine, seni bukan hanya tentang pertunjukan, tetapi juga bagaimana pesan dan perasaan dapat disampaikan kepada orang lain.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

OPSI 2026 Jadi Wadah Pengembangan Talenta Penelitian dan Inovasi Siswa

Pendidikan

Murid Indonesia Borong Prestasi di iGeo 2026, Raih Dua Emas dan Satu Perunggu

Pendidikan

Puspresnas: SIMT Bukan Instrumen Pemeringkatan Sekolah dan Perguruan Tinggi

Pendidikan

Kemendikdasmen-BRIN Perkuat Pembinaan Peneliti Muda Menuju Ajang Internasional

Pendidikan

Program Bina Talenta Indonesia Disosialisasikan Kemendikdasmen, Tingkatkan Talenta Nasional

Pendidikan

FTBI Papua 2024: Generasi Muda Papua Didorong Jadi Penjaga Bahasa Ibu