Jakarta (buseronline.com) - Kontingen Indonesia berhasil meraih sembilan penghargaan dalam ajang WorldSkills Shanghai 2026, terdiri atas satu medali perak, dua medali perunggu, dan enam Medali Keunggulan.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, prestasi tersebut diraih peserta
Indonesia dalam kompetisi keterampilan internasional yang mempertemukan talenta-talenta muda dari berbagai negara.
Kepulangan kontingen Indonesia disambut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti di Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, pada 29 September 2026.
Abdul Mu'ti menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pakar yang telah berjuang serta menunjukkan dedikasi selama mengikuti kompetisi.
"Pertama, saya ingin mengucapkan selamat kepada kontingen Indonesia atas prestasi mereka di WorldSkills 2026. Kami juga menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan komitmen Anda dalam berpartisipasi dalam program WorldSkills dengan sebaik-baiknya," ujar Abdul Mu'ti.
Medali perak diraih Edsel Parama Mustapa pada bidang Pengembangan Aplikasi Perangkat Lunak. Sementara dua medali perunggu masing-masing diraih Rash Asyari Amyris Thalib dalam bidang Administrasi Sistem Jaringan TI dan Fatima Rani Al Husna Prameswara pada bidang Pelayanan Restoran.
Enam Medali Keunggulan lainnya diraih Indonesia dalam bidang Teknologi Web, Kontrol Industri, Elektronik, Mekatronika, Pendinginan dan Pengkondisian Udara, serta Teknologi Otomotif.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin mengatakan,
Indonesia mengirimkan 20 peserta untuk berlaga di 17 bidang kompetisi. Para peserta didampingi 17 pakar dan delegasi teknis.
Menurut Tatang, jumlah tersebut menjadi delegasi Indonesia terbesar dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di WorldSkills. Capaian tahun ini juga menunjukkan peningkatan jumlah bidang yang memperoleh prestasi internasional, dari sebelumnya empat bidang menjadi sembilan bidang.
"Para peserta menjalani pelatihan intensif selama sekitar lima hingga enam bulan sebelum berkompetisi di Shanghai," kata Tatang.
Salah satu peraih penghargaan, Edsel Parama Mustapa menjalani pelatihan selama enam bulan untuk menghadapi kompetisi Pengembangan Aplikasi Perangkat Lunak. Selama masa persiapan, ia mengerjakan berbagai persoalan baru setiap hari untuk meningkatkan kemampuan teknisnya.
Edsel mengaku tidak memasang target medali sejak awal mengikuti kompetisi. "Sejak awal, saya tidak berharap untuk menang. Tapi syukurlah, saya menang," ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, Edsel mengerjakan pengembangan aplikasi mulai dari tahap perencanaan, pembuatan hingga pengujian. Aplikasi yang dikembangkan ditujukan untuk perangkat Android dan dapat digunakan untuk kebutuhan bisnis maupun industri.
Sementara itu, peraih medali perunggu bidang Pelayanan Restoran, Fatima Rani Al Husna Prameswara, telah menjalani proses pelatihan selama sekitar dua setengah tahun.