Dirjen Dikmen Diksus Ajak Masyarakat Perkuat Gerakan Literasi

Heri - Rabu, 30 September 2026 17:35 WIB
Dirjen Dikmen Diksus Kemendikdasmen RI Tatang Muttaqin memberikan sambutan saat menutup Puncak Peringatan HAI ke-60 Tahun 2026 di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (25/9/2026).

Cilacap (buseronline.com) - Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI Tatang Muttaqin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan memperkuat semangat literasi.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, ajakan tersebut disampaikan Tatang saat menutup Puncak Peringatan Hari Literasi Internasional Nasional (HAI) ke-60 Tahun 2026 di Cilacap, Jawa Tengah, pada 25 September 2026.

Tatang menegaskan, berakhirnya rangkaian peringatan HAI 2026 bukan berarti gerakan literasi berhenti. Sebaliknya, momentum tersebut harus menjadi dorongan untuk terus mengembangkan budaya membaca dan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat.

"Acara puncak Hari Literasi Internasional 2026 telah selesai. Kami telah membawa pulang semua pengalaman ini, tetapi pekerjaan kami belum selesai," kata Tatang.

Ia menyebut rendahnya budaya membaca di masyarakat serta penggunaan gawai yang menawarkan beragam pilihan hiburan menjadi tantangan dalam menumbuhkan kembali budaya literasi.

Karena itu, seluruh pihak diajak mengambil peran dalam membangun lingkungan yang mendukung masyarakat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan literasinya.

"Kami mengajak seluruh peserta untuk terus menumbuhkan semangat literasi di dalam masyarakat guna meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Tatang menekankan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan literasi turut memengaruhi kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan, meningkatkan kualitas hidup, hingga mendukung kesejahteraan keluarga.

"Buta huruf dapat menghambat kemandirian dan kepercayaan diri seseorang, termasuk dalam mengelola keuangan keluarga," tegasnya.

Menurut Tatang, literasi tidak sebatas kemampuan mengenali huruf. Literasi juga berarti kemampuan memahami kehidupan dan berpartisipasi di dalamnya.

Ia menilai literasi perlu menjadi kekuatan yang mendorong terwujudnya masyarakat yang mampu memahami satu sama lain, menjaga lingkungan, mempertahankan mata pencaharian, serta menggunakan pengetahuan dan keterampilan untuk membangun masa depan.

"Literasi harus ada ketika individu berupaya memahami orang lain. Literasi harus ada ketika masyarakat melindungi lingkungan dan mata pencaharian mereka. Literasi juga harus ada ketika warga negara belajar menggunakan pengetahuan dan keterampilan mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Tatang menegaskan bahwa pendidikan nonformal bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari sistem pendidikan nasional.

Berbagai layanan pendidikan nonformal, seperti pendidikan kesetaraan, literasi, keterampilan hidup, literasi digital, dan pembelajaran berbasis komunitas, perlu terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

Penguatan pendidikan nonformal diharapkan mampu membuat layanan pendidikan semakin relevan dan adaptif, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembelajaran sepanjang hayat.

Tatang berharap ruang belajar melalui pendidikan nonformal dapat terus direvitalisasi dan diperluas, baik melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Taman Bacaan Masyarakat (TBM), keluarga, desa, maupun lingkungan masyarakat.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Wamendikdasmen Dorong Revitalisasi Sekolah di Daerah Rawan Banjir Demak

Pendidikan

Nawal Dorong Penguatan Layanan Terpadu untuk Tekan Kekerasan Perempuan dan Anak

Pendidikan

Guru Dilibatkan Hapus Stigma Kusta terhadap Anak di Jepara

Pendidikan

Kemenkes Siapkan Alat Diagnostik TBC untuk 884 Puskesmas di Jateng

Pendidikan

Puluhan Anak Muda Jateng-DIY Pamerkan Inovasi AI di Young Coder World Cup 2026

Pendidikan

Wapres Gibran Tinjau Pasien Dugaan Keracunan MBG di Batang