Jepara (buseronline.com) - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Jepara Laila Saidah Witiarso Utomo menegaskan pemenuhan indikator Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) tidak boleh hanya berorientasi pada kelengkapan administrasi.
Dilansir dari laman Jatengprov, menurutnya,
PAUDHI merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan anak memperoleh layanan secara menyeluruh, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, hingga kesejahteraan.
Hal itu disampaikan Laila yang akrab disapa Ella saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemenuhan 8 Indikator PAUDHI di Aula Sultan Hadlirin, Gedung OPD Bersama, kompleks Pendapa Kartini, pada 29 September 2026.
"
PAUDHI bukan sekadar pemenuhan indikator maupun kelengkapan administrasi, tetapi
PAUDHI adalah komitmen kita untuk memastikan setiap anak mendapatkan layanan yang utuh, baik dalam pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan," kata Ella.
Ia menjelaskan, delapan indikator PAUDHI harus dipahami sebagai instrumen untuk melihat sejauh mana layanan yang diberikan satuan PAUD telah memenuhi kebutuhan anak dan keluarga.
Karena itu, Ella berharap pelaksanaan bimtek tidak berhenti pada pemahaman terhadap indikator maupun penyusunan dokumen. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong penerapan nyata di masing-masing satuan PAUD.
"Saya berharap kegiatan bimtek ini tidak berhenti pada pemahaman dan dokumen, tetapi benar-benar menghasilkan langkah nyata di setiap satuan PAUD," ujarnya.
Ella menekankan, pemenuhan
PAUDHI membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Satuan PAUD tidak dapat bekerja sendiri, tetapi perlu bersinergi dengan keluarga, pemerintah, layanan kesehatan, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.