Hari Literasi Internasional ke-60 di Cilacap Dorong Literasi yang Lebih Luas

Heri - Senin, 28 September 2026 17:30 WIB
Foto bersama pada puncak peringatan HAI ke-60 digelar di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2026).

Cilacap (buseronline.com) - Puncak peringatan Hari Literasi Internasional (HAI) ke-60 digelar di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada 24 September 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, mengusung tema "Literasi untuk Sesama, Alam Semesta, dan Kemakmuran", kegiatan tersebut menegaskan pentingnya memaknai literasi secara lebih luas di tengah perubahan sosial, ekonomi, lingkungan, dan teknologi.

Direktur Pendidikan Non-Formal dan Informal (PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, I Gusti Made Ardana mengatakan literasi saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kemampuan untuk memahami situasi, memilah informasi, menggunakan teknologi secara bijak, serta mengubah pengetahuan menjadi tindakan yang memberikan manfaat.

"Literasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan untuk memahami situasi, mengurutkan informasi, menggunakan teknologi dengan bijak, dan mengubah pengetahuan menjadi tindakan yang bermanfaat," kata Made.

Ia menjelaskan, pemahaman literasi yang lebih luas diperlukan untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Made mengatakan pemerintah terus memperkuat gerakan literasi melalui sejumlah program prioritas, termasuk revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran.

Penguatan juga dilakukan melalui tata kelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Lembaga tersebut diharapkan semakin mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat, termasuk memperkuat literasi serta membantu menangani anak tidak sekolah (ATS).

Cilacap disebut memiliki potensi besar sebagai ruang belajar masyarakat dalam mengembangkan gerakan literasi. Keberagaman masyarakat dan kondisi lingkungan menjadi bagian penting dalam penerapan literasi yang berorientasi pada kehidupan nyata.

Made menyebut sebanyak 75,09 persen penduduk Cilacap berusia lima tahun ke atas telah menggunakan internet. Kondisi tersebut membuat tantangan literasi bergeser dari sekadar memperluas akses internet menjadi peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara aman dan produktif.

"Jadi tantangannya telah bergeser bukan pada peningkatan akses internet, tetapi pada pengembangan keterampilan literasi digital yang dibutuhkan agar masyarakat dapat menggunakan internet dengan aman dan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cilacap," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Annisa Fabriana mengatakan literasi merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Mewakili Bupati Cilacap, Annisa menegaskan gerakan literasi perlu dikembangkan menjadi gerakan bersama yang tidak hanya berfokus pada kemampuan individu, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

"Oleh karena itu, gerakan literasi perlu lebih hadir di masyarakat dan menjangkau semua kelompok umur, menjangkau berbagai daerah, baik perkotaan maupun pedesaan," kata Annisa.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Borobudur 100 Bawa Misi Sosial, Galang Donasi untuk Anak Penyandang Cerebral Palsy

Pendidikan

Gajah Trail Run Ultra 2026 Diikuti 900 Pelari dari Tujuh Negara, Ekonomi Warga Bergerak

Pendidikan

Ahmad Luthfi Terima Penghargaan Penggagas Program Sekolah Kemitraan Pertama di Indonesia

Pendidikan

Jateng Dinilai Berhasil Tekan Stunting, Demak dan Kabupaten Semarang Jadi Percontohan

Pendidikan

Pemprov Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga Desember 2026

Pendidikan

242 Sekolah di Jateng Raih Predikat Adiwiyata, Kepedulian Lingkungan Ditanamkan Sejak Dini