Mendiktisaintek Dorong USU Jadi Pusat Unggulan Iptek di Sumatera

Administrator - Sabtu, 26 September 2026 20:56 WIB
Mendiktisaintek RI Prof Brian Yuliarto ST MEng PhD mengikuti kegiatan diskusi bersama yang dihadiri pimpinan dan dekanat USU, Jumat (25/9/2026) malam. (Humas USU)

Medan (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto ST MEng PhD mendorong Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi pusat unggulan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di wilayah Sumatera.

Harapan tersebut disampaikan Brian saat menghadiri kegiatan Diskusi Bersama dengan pimpinan dan jajaran dekanat USU, Jumat (25/9/2026) malam.

Menurut Brian, USU memiliki posisi strategis untuk menjadi salah satu ujung tombak pengembangan iptek, baik di Sumatera maupun Indonesia.

"Di Sumatera dan di Indonesia, tentu USU menjadi salah satu ujung tombak pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Brian.

Ia mengatakan, Indonesia, khususnya Sumatera, membutuhkan lebih banyak inovasi dan terobosan yang lahir dari perguruan tinggi.

USU diharapkan tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul, tetapi juga mampu melahirkan produk penelitian, kebijakan berbasis pengetahuan serta inovasi yang dapat dihilirkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Bangsa kita dan juga Sumatera secara khusus tentu berharap banyak dari inovasi-inovasi, dari terobosan-terobosan yang dimiliki oleh USU untuk menghasilkan SDM unggul, produk-produk penelitian, kebijakan-kebijakan maupun hilirisasi yang diproduksi oleh USU sebagai ujung tombak pengembangan sains dan teknologi di Sumatera," ujarnya.

Brian menilai USU memiliki modal besar untuk menjalankan peran tersebut. Jumlah profesor dan doktor yang dimiliki USU disebut menjadi kekuatan intelektual yang perlu dikembangkan lebih jauh, tidak hanya untuk kegiatan pengajaran.

"Saya selalu melihat kampus-kampus ini sebenarnya adalah tempat berkumpulnya SDM-SDM paling unggul di wilayah itu. Tidak ada satu tempat berkumpul sejumlah banyak profesor," katanya.

Karena itu, ia mendorong USU memperkuat transformasi menuju research university dan innovative university.

Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu mengubah kekayaan intelektual yang dimiliki para akademisi menjadi inovasi yang memberikan manfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi.

"Kalau suatu kampus sudah berhasil menjual risetnya, menjual inovasinya, menjual kekayaan intelektualnya, intellectual property-nya, hak paten dan sebagainya, menjadi satu kekayaan dari kampus itu, maka inilah kampus yang masuk klaster satu," ujarnya.

Ia menegaskan, riset perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti pada publikasi ilmiah. Hasil penelitian perlu didorong menjadi produk, paten, perusahaan rintisan atau startup hingga industri berbasis teknologi.

Brian bahkan menantang USU untuk mulai mengidentifikasi penelitian yang berpotensi dikembangkan menjadi perusahaan teknologi besar.

Ia menjelaskan, deep tech industry merupakan industri yang dibangun dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Industri berbasis teknologi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat.

Brian mencontohkan Nvidia yang awalnya berkembang dari riset teknologi grafis untuk permainan komputer, namun kemudian menjadi bagian penting dalam perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Siapa yang menyangka riset untuk game itu 20 tahun kemudian menjadi riset kunci dari Artificial Intelligence? Nvidia tidak pernah membayangkan itu. Tapi begitu itu terjadi, mereka langsung take over, mengambil posisi itu," katanya.

Menurutnya, contoh tersebut menunjukkan pentingnya riset yang kuat dan konsisten. Penelitian yang saat ini belum terlihat manfaat ekonominya dapat menjadi teknologi penting ketika menemukan momentum dan kebutuhan industri.

"Riset yang konsisten, riset yang strong, yang kemudian pada saat momennya tepat, dia melompat menjadi industri raksasa," ujarnya.

Brian menilai penguatan budaya inovasi di USU juga akan memberikan dampak lebih luas bagi Sumatera Utara dan wilayah sekitarnya.

Kampus yang kuat dalam riset dan inovasi, katanya, dapat melahirkan perusahaan rintisan, industri baru serta lapangan kerja berbasis pengetahuan.

Karena itu, ia berharap USU dapat mengambil peran lebih besar sebagai center of excellence atau pusat unggulan iptek di Sumatera.

"PTN-BH seperti USU harus punya kelincahan untuk menangkap peluang ini," katanya.

Sementara itu, Rektor USU Prof Dr Muryanto Amin SSos MSi menyambut baik dorongan tersebut. Ia mengatakan USU telah mulai melakukan transformasi dari teaching university menuju innovative university.

"Memang tidak mudah. Yang bisa mengubah itu ya kita sendiri dengan resources yang kita miliki," kata Muryanto di hadapan pimpinan dan jajaran dekanat USU.

Menurutnya, transformasi tersebut dilakukan secara bertahap dan konsisten. Ia optimistis perubahan tersebut dapat terwujud apabila seluruh sivitas akademika terus berkomitmen menjalankannya.

"Masa itu akan datang jika kita lakukan di USU secara konsisten dan terus-menerus," ujarnya. (RP)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Prabowo Dorong Pendidikan Negeri Gratis hingga Perguruan Tinggi

Pendidikan

Gebyar PAUD Tarutung 2026, Bunda PAUD Tekankan Pentingnya Bermain dan Belajar Seimbang

Pendidikan

Wabup Taput Ajak Mahasiswa Pascasarjana IAKN Tarutung Hasilkan Riset Solutif

Pendidikan

Disdik Kota Bandung Wajibkan Masker bagi Warga Sekolah, Antisipasi Abu Vulkanik

Pendidikan

Kabut Asap Menebal, Disdikpora Toba Imbau Sekolah Hentikan Aktivitas Luar Ruangan

Pendidikan

Kemendikdasmen Targetkan 90.447 Guru SD Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris