Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat pemerataan sarana dan prasarana pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, pada 2026, sebanyak 1.487 satuan pendidikan di
NTT menjadi sasaran Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp1,208 triliun.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti mengatakan NTT menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan dalam program revitalisasi karena masih terdapat sejumlah sekolah yang berada di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memenuhi arahan Presiden
Prabowo Subianto terkait pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun.
"Pada 2026, sebanyak 1.487 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur menjadi sasaran revitalisasi dengan dukungan anggaran lebih dari Rp1,2 triliun," kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas PNFI) Gogot Suharwoto.
Gogot menegaskan, setiap anak di Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil, berhak mendapatkan pendidikan di sekolah yang aman, layak, serta mendukung proses belajar dan tumbuh kembang.
Berdasarkan data Kemendikdasmen per 7 September 2026, penerima revitalisasi tersebar di berbagai jenjang pendidikan. Sekolah dasar (SD) menjadi penerima terbanyak, yakni 644 sekolah dengan alokasi anggaran Rp702,88 miliar.
Selanjutnya, sebanyak 603 satuan PAUD mendapat alokasi Rp232,46 miliar, 136 SMP senilai Rp161,51 miliar, dan 69 SMA dengan anggaran Rp72,71 miliar.
Program tersebut juga mencakup 13 SMK dengan anggaran Rp12,16 miliar, 14 SLB senilai Rp21,72 miliar, serta delapan PKBM/SKB dengan alokasi Rp5,25 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi
NTT Ambrosius Kodo menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Menurut Ambrosius, dukungan pemerintah pusat menjadi kesempatan penting bagi NTT mengingat kemampuan fiskal daerah yang masih terbatas.
"Ini sebagai kesempatan teristimewa kami, Provinsi
NTT dengan kemampuan fiskal yang terbatas. Pemerintah pusat memberikan perhatian, dan pemerintah provinsi tentu akan mendukung, mengawal, serta ingin memastikan agar program strategis nasional ini bisa berlangsung dengan baik," ujarnya.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi NTT akan terus mengawal pelaksanaan program revitalisasi agar berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
"Target kita bahwa pendidikan bermutu untuk semua bisa kita wujud nyatakan di masa-masa yang akan datang," kata Ambrosius.