Pembelajaran STEM Dorong Siswa Ciptakan Solusi bagi Persoalan Lingkungan

Heri - Sabtu, 12 September 2026 17:50 WIB
Kemendikdasmen RI terus mendorong penerapan pembelajaran berbasis STEM di sekolah.

Surabaya (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI terus mendorong penerapan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di sekolah.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, pendekatan ini tidak hanya menekankan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mendorong siswa peka terhadap persoalan di lingkungan sekitar serta mampu menghasilkan solusi.

Melalui pembelajaran STEM, siswa dibiasakan untuk berani mencoba, berkreasi, melakukan pengujian, mengevaluasi hasil, memperbaiki kesalahan, hingga mencoba kembali. Proses tersebut diharapkan dapat membentuk generasi Indonesia yang kreatif, kritis, dan mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Penerapan pembelajaran STEM salah satunya terlihat di SMA Negeri 2 Surabaya. Di sekolah tersebut, STEM diterapkan melalui berbagai pembelajaran kontekstual yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari persoalan lingkungan hingga pemanfaatan teknologi.

Guru fisika SMA Negeri 2 Surabaya, Neny Else Josephine mengembangkan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Siswa diajak membuat simulator fisika berbasis permainan menggunakan perangkat sederhana dan berbagai aplikasi gratis yang tersedia secara daring.

"Mereka menggunakan alat yang sangat sederhana dan gratis yang tersedia secara daring, tetapi hasilnya di luar ekspektasi. Anak-anak justru semakin jauh mengeksplorasi konsep fisika yang dikembangkan dalam laboratorium virtual," ujar Neny.

Melalui proyek tersebut, siswa tidak hanya memahami konsep fisika, tetapi juga belajar menjelaskan dan mempresentasikan hasil karya mereka.

Salah seorang siswa kelas XII, Reynaldo, mengembangkan sebuah laman interaktif yang memungkinkan pengguna mengeksplorasi berbagai topik fisika yang belum tersedia pada sejumlah perangkat pembelajaran daring.

"Selain meningkatkan pemahaman, kami juga menambah alat baru yang terbuka untuk publik dan dapat dibagikan," kata Reynaldo.

Pembelajaran STEM di SMA Negeri 2 Surabaya juga diwujudkan melalui sejumlah proyek yang mengangkat persoalan lingkungan.

Guru matematika SMA Negeri 2 Surabaya, Nimas Izmi Aufa, mengintegrasikan matematika dan fisika melalui proyek perancangan miniatur kota berbasis energi terbarukan.

Menurut Nimas, STEM tidak diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri, melainkan diterapkan melalui pendekatan kontekstual. Siswa diberikan persoalan nyata untuk kemudian dianalisis dan dicarikan solusinya.

"Anak-anak menjadi lebih kritis ketika menghadapi atau membaca sesuatu. Kemampuan literasi mereka juga meningkat. Karena mereka diberikan persoalan yang nyata dan kontekstual, mereka terdorong untuk membaca dan melakukan penelitian," jelas Nimas.

Salah satu proyek tersebut dikembangkan siswa kelas XI, Ananda Aqila Zahir Diptyo. Berangkat dari persoalan polusi dan keterbatasan lahan di Surabaya, Ananda merancang konsep pulau reklamasi mini yang dapat menjadi sumber energi terbarukan sekaligus hutan kota untuk menyerap karbon dioksida.

Sementara itu, siswa lainnya, Khalisha Zahratus Syita, mengembangkan proyek "Morico", yakni sistem pengelolaan air yang berangkat dari persoalan keterbatasan akses dan pengelolaan air di wilayah perdesaan.

Dalam proyek tersebut, air hujan dikumpulkan untuk kebutuhan sehari-hari dan dialirkan ke kolam pengendapan dengan memanfaatkan biji kelor sebagai biokoagulan. Air kemudian melalui proses penyaringan dan dipantau menggunakan sensor pH serta kekeruhan sebelum digunakan untuk menyiram tanaman dan budidaya ikan lele.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kemendikdasmen Perluas Makna Literasi di Era Digital dan AI

Pendidikan

Kemendikdasmen Imbau Sekolah Utamakan Keselamatan di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Pendidikan

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran STEM untuk Bentuk Generasi Kritis dan Kreatif

Pendidikan

Kemendikdasmen Percepat Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT

Pendidikan

4.021 Lulusan LKP Indonesia Dilepas Bekerja ke 11 Negara

Pendidikan

Siswa Tokyo Kenal STEM dan Budaya Indonesia Lewat Program Pertukaran Pelajar