Disdik Jabar Terbitkan Edaran Kewaspadaan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Heri - Jumat, 11 September 2026 15:40 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto.

Bandung (buseronline.com) - Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) menerbitkan Surat Edaran Nomor 1995/PB.01.03.02/Sekre tentang Peningkatan Kewaspadaan Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dilansir dari laman Jabarprov, surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat terkait kesiapsiagaan dan perlindungan kesehatan masyarakat terhadap dampak erupsi serta sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Melalui surat edaran itu, seluruh satuan pendidikan diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kondisi di masing-masing wilayah.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan penyesuaian pembelajaran dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, tanpa mengabaikan keberlangsungan layanan pendidikan.

"Kami meminta seluruh satuan pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau kondisi di wilayah masing-masing. Penyesuaian pembelajaran dilakukan secara situasional dengan mengutamakan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan," ujar Purwanto, pada 7 September 2026.

Purwanto menegaskan, pelaksanaan pembelajaran tidak serta-merta dialihkan secara seragam menjadi daring di seluruh Jawa Barat. Keputusan diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan dengan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan.

Kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, dapat menyesuaikan pembelajaran secara luring maupun daring sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah.

Penyesuaian tersebut juga harus berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak terkait serta informasi resmi dari Badan Geologi/Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan BPBD.

"Jadi, bukan berarti seluruh sekolah di Jawa Barat otomatis melaksanakan pembelajaran daring. Keputusan disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing. Sekolah harus melihat situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait," katanya.

Apabila kondisi masih memungkinkan pembelajaran dilakukan secara luring, sekolah tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas peserta didik dan warga sekolah di ruang terbuka perlu dibatasi apabila terdapat sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Selain itu, sekolah diminta memastikan penggunaan masker dan perlengkapan perlindungan diri sesuai dengan kondisi di lapangan.

Disdik Jabar juga meminta satuan pendidikan memperkuat komunikasi dengan orang tua atau wali peserta didik.

Informasi terkait kondisi lingkungan maupun perubahan pelaksanaan pembelajaran harus disampaikan secara cepat, tepat, dan menenangkan.

"Kami juga meminta sekolah menyampaikan informasi secara cepat, tepat, dan menenangkan kepada orang tua. Jangan sampai ada informasi yang belum terverifikasi kemudian menimbulkan kepanikan di masyarakat," imbau Purwanto.

Meski keselamatan menjadi prioritas, Disdik Jabar memastikan penyesuaian pembelajaran tetap memperhatikan pencapaian tujuan pembelajaran dan kemampuan peserta didik dalam mengikuti proses belajar.

Setiap perubahan pelaksanaan pembelajaran juga perlu dilaporkan secara tertulis kepada Cabang Dinas Pendidikan.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Disdik Jabar Nonaktifkan Guru SMA Negeri 1 Pamanukan Terkait Dugaan Kekerasan Seksual

Pendidikan

Siswa SDN 026 Bojongloa Direlokasi, Belajar Sementara di SDN 148 Cibaduyut

Pendidikan

Bakesbangpol Bandung Dorong Generasi Muda Terapkan Wawasan Kebangsaan

Pendidikan

Pemko Bandung Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Pendidikan

Renovasi SDN 026 Bojongloa Dimulai, Siswa Dipindahkan Sementara

Pendidikan

Wakapolri Tekankan Pencegahan Dini Hadapi Bencana dan Konflik Sosial