Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) mendorong generasi muda untuk menerapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dinilai dari laman Jabarprov, nilai-nilai kebangsaan tersebut didorong melalui kepedulian terhadap lingkungan, gotong royong, disiplin, tanggung jawab, serta sikap menghormati sesama.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Bakesbangpol Kota Bandung Aswin Sulaeman Utama mengatakan pembinaan wawasan kebangsaan dilakukan dengan pendekatan yang menyesuaikan perkembangan zaman dan karakter generasi muda.
Salah satunya melalui pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai ruang edukasi untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dengan bahasa yang lebih dekat dengan anak muda.
"Kita masuk di Instagram, TikTok, ataupun melebur dengan apa yang mereka inginkan. Kita berbicara di sisi persahabatan dengan anak-anak sendiri," ujar Aswin.
Selain melalui media sosial,
Bakesbangpol juga memberikan edukasi secara langsung dengan mengunjungi sekolah tingkat SMP dan SMA. Para pelajar diberikan pemahaman mengenai wawasan kebangsaan melalui contoh konkret yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Aswin menegaskan bahwa bela negara tidak selalu berkaitan dengan aktivitas militer. Menjaga kebersihan lingkungan, peduli terhadap sesama, menaati aturan, dan bertanggung jawab juga merupakan bentuk bela negara.
"Bela negara itu bukan hanya militer. Contoh paling sederhana, orang yang membuang sampah sembarangan itu orang yang tidak sadar diri. Kalau kamu mencintai negara kamu, jangan kamu kotori seperti itu," tuturnya.
Pembentukan karakter generasi muda juga dilakukan melalui pembinaan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Pembinaan mencakup aspek karakter, adab, sikap, kemampuan, akhlak, hingga fisik.
Proses pembinaan dimulai dari seleksi di tingkat sekolah dan dilanjutkan dengan penyaringan oleh
Bakesbangpol. Peserta yang terpilih kemudian mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan serta dilibatkan dalam berbagai kegiatan Pemerintah Kota
Bandung dan kegiatan kewilayahan.
"Kebangsaan itu dapat dimulai dari bagaimana sikap peduli dengan lingkungan, mau bergotong royong dengan saudara-saudaranya, dan mau menunjukkan diri sebagai pribadi yang menjaga tanah airnya," jelas Aswin.