20 Sekolah di Kabupaten Bekasi Selesai Jalani Verifikasi Adiwiyata 2026

Heri - Minggu, 06 September 2026 18:10 WIB
Sebanyak 20 sekolah di Kabupaten Bekasi telah menyelesaikan tahapan penilaian dan verifikasi lapangan sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten Tahun 2026.

Bekasi (buseronline.com) - Sebanyak 20 sekolah di Kabupaten Bekasi telah menyelesaikan tahapan penilaian dan verifikasi lapangan sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten Tahun 2026.

Dilansir dari laman Jabarprov, proses verifikasi berlangsung selama lebih dari satu bulan, mulai 1 Agustus hingga 2 September 2026.

Ketua Tim Penilai Adiwiyata Kabupaten Bekasi Wowo Fadillah mengatakan pelaksanaan Program Adiwiyata tahun ini menjadi bagian dari perubahan pola pembinaan yang mulai diterapkan sejak 2025.

Perubahan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata.

"Titik baliknya memang di 2025, ketika kita mulai menyamakan persepsi bahwa Adiwiyata bukan hanya lomba, tetapi bagaimana membangun pembiasaan di sekolah," ujar Wowo, pada 3 September 2026.

Menurutnya, program Adiwiyata tidak lagi dipandang sebatas ajang perlombaan untuk mendapatkan predikat sekolah berwawasan lingkungan. Program tersebut diarahkan untuk membangun karakter dan kebiasaan peduli lingkungan yang diterapkan secara berkelanjutan.

Pembinaan melibatkan lima unsur, yakni Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Bappeda Kabupaten Bekasi, serta Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia Kabupaten Bekasi.

Kelima unsur tersebut tergabung dalam tim pembina dan tim penilai yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bekasi.

Wowo menjelaskan, perubahan yang ingin dibangun melalui program ini mencakup dua hal utama, yakni perubahan perilaku warga sekolah dan perubahan kondisi fisik lingkungan sekolah.

"Yang kita ubah itu ada dua, pertama perubahan karakter atau perilaku dan yang kedua perubahan fisik atau lingkungan sekolah," jelasnya.

Program Adiwiyata diterapkan melalui lima aspek lingkungan hidup, yaitu kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, penghematan dan konservasi energi, serta penghematan dan konservasi air.

Kelima aspek tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam pembelajaran. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan teori di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui praktik di lingkungan sekolah.

Salah satu contohnya adalah pengelolaan sampah yang dapat dikaitkan dengan mata pelajaran matematika. Siswa dapat melakukan kegiatan identifikasi, penimbangan, hingga menghitung komposisi sampah yang dihasilkan sekolah.

"Jadi anak-anak tidak hanya mendapatkan teori, tetapi teori itu langsung dipraktikkan dengan memanfaatkan sarana yang ada di sekolah," katanya.

Implementasi lainnya meliputi kegiatan kebersihan dan sanitasi, penanaman serta pemeliharaan pohon, penghematan listrik, hingga pemanfaatan air bekas wudu untuk menyiram tanaman.

Sekolah juga dapat menerapkan biopori sebagai bagian dari konservasi air dan mengaitkannya dengan pembelajaran mengenai siklus hidrologi.

Sebanyak 20 sekolah yang mengikuti program tahun ini berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi. Peserta berasal dari jenjang SD dan SMP atau sederajat, termasuk MI dan MTs.

Wowo menyebut seluruh sekolah tersebut mengikuti program berdasarkan kesadaran dan kemauan sendiri untuk menjadi Sekolah Adiwiyata Kabupaten Bekasi.

"Dari 20 sekolah itu memang sekolah-sekolah yang dengan kesadaran sendiri mengikuti untuk menjadi Sekolah Adiwiyata Kabupaten tahun 2026," ujarnya.

Sebelum memasuki tahap verifikasi lapangan, sekolah peserta telah mendapatkan bimbingan dan pendampingan dari Tim Pembina Adiwiyata Kabupaten Bekasi sejak April hingga Juli 2026.

Setelah pembinaan, sekolah mengikuti penilaian administratif dan pemenuhan 24 kriteria melalui Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup.

Tahap berikutnya adalah verifikasi lapangan. Tim penilai mendatangi setiap sekolah untuk melihat secara langsung penerapan program Adiwiyata.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Jabar-Henan Perkuat Kerja Sama, Bidik Investasi hingga Perdagangan Komoditas

Pendidikan

Disdik Jabar Tata Pengelolaan Dapodik, Pelayanan Data Harus Makin Cepat dan Akurat

Pendidikan

SMKN 1 Setu Bekasi Tempati Gedung Baru

Pendidikan

Sekda Jabar: UMKM Harus Berani Naik Kelas, Jangan Takut Gagal

Pendidikan

Janji Mentan Amran kepada Buruh Tani Karawang Langsung Terwujud, Alsintan Tiba dalam Hitungan Jam

Pendidikan

427 Siswa Ikuti MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi