Surakarta (buseronline.com) - Pelatih fisik Timnas Indonesia U-20, Sofie Imam Faizal, menjalani sidang proposal disertasi untuk meraih gelar doktor bidang Ilmu Keolahragaan di Universitas Sebelas Maret (UNS), pada 2 September 2026.
Menariknya, agenda akademik tersebut berlangsung di tengah kesibukannya mendampingi Garuda Muda yang sedang menjalani Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di Laos.
Sofie mengangkat penelitian berjudul "Longitudinal Tracking Perubahan Komposisi Tubuh dan VO2Max Pemain Nasional Sepakbola Indonesia U17 Menuju Kompetisi International FIFA World Cup U17."
Penelitian tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan tugas Sofie sebagai performance coach dan pelatih fisik
Timnas Indonesia U-20. Kajian ini berfokus pada perkembangan kondisi fisik pemain, khususnya perubahan komposisi tubuh dan VO2Max dalam periode tertentu.
Kesibukan Sofie bersama Timnas Indonesia U-20 membuat persiapan sidang proposal bukan perkara mudah. Ia harus membagi waktu antara tugas profesional dan kewajiban akademik.
Pada Senin (31/8/2026), Sofie masih mendampingi pelatih kepala Nova Arianto saat memimpin
Timnas Indonesia U-20 menghadapi Malaysia. Dua hari kemudian, ia menjalani sidang proposal disertasi.
Setelah menyelesaikan agenda akademik, Sofie kembali menjalankan tugas bersama Garuda Muda. Pada Kamis (3/9/2026), ia dijadwalkan mendampingi Timnas Indonesia U-20 menghadapi Laos dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
Sofie mengaku lega sekaligus bersyukur karena dapat menyelesaikan seminar proposal di tengah padatnya agenda
Timnas Indonesia U-20. Menurutnya, membagi fokus antara tanggung jawab sebagai pelatih fisik dan kewajiban akademik menjadi tantangan tersendiri.
"Alhamdulillah, rasanya lega sekaligus bersyukur. Seminar proposal ini saya jalani di tengah agenda Timnas U-20 di Laos untuk Kualifikasi AFC U-20, sehingga memang ada tantangan tersendiri dalam membagi fokus antara tanggung jawab sebagai pelatih fisik dan kewajiban akademik," ujar Sofie.
Ia pun semakin termotivasi untuk menyelesaikan penelitian yang sedang dikerjakannya. "Setelah seminar ini, saya semakin termotivasi untuk menyelesaikan penelitian sekaligus terus memberikan kontribusi terbaik untuk Timnas," sambungnya.
Dalam mempersiapkan seminar proposal, Sofie harus memanfaatkan waktu di sela-sela aktivitas bersama Timnas. Selain mengikuti latihan, ia juga memiliki tanggung jawab dalam memonitor kondisi pemain, memimpin recovery, hingga mempersiapkan pertandingan.
Keterbatasan waktu dan perbedaan lokasi membuat Sofie harus menggunakan waktu istirahat serta malam hari untuk mempersiapkan materi seminar.
"Tetapi saya bersyukur semuanya bisa berjalan dengan baik. Dukungan dari Tim Departemen Performance Timnas U-20 dan head coach Nova Arianto, kampus, promotor, penguji, dan keluarga juga sangat membantu," katanya.
Disertasi yang diajukan Sofie berfokus pada longitudinal tracking perubahan komposisi tubuh dan VO2Max pemain
Timnas Indonesia U-17 menuju Piala Dunia U-17.
Penelitian ini menempatkan kondisi fisik sebagai salah satu faktor penting dalam pengembangan performa pemain sepak bola usia muda.