Bandung (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI terus memperkuat kualitas kepemimpinan di satuan pendidikan melalui Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Dilansir dari laman Kemendikdasmen, hingga Agustus 2026, sebanyak 5.704 peserta telah mengikuti pelatihan tersebut.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK)
Kemendikdasmen RI Nunuk Suryani mengatakan dari total peserta tersebut, sebanyak 3.033 orang mengikuti pelatihan dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sedangkan 2.671 peserta dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Sudah hampir 80 persen pemenuhan kebutuhan kepala sekolah terpenuhi," ujar Nunuk saat menghadiri kegiatan Pelatihan BCKS Gelombang 2 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat, Bandung, pada 28 Agustus 2026.
Menurut Nunuk, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempersiapkan calon kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepemimpinan.
Jumlah peserta BCKS diperkirakan masih akan bertambah. Sebab, sejumlah pelatihan yang dibiayai APBD Provinsi Jawa Barat masih dalam proses seleksi substansi.
Pelatihan BCKS Gelombang 2 yang diselenggarakan BBGTK
Jawa Barat berlangsung pada 14-30 Agustus 2026. Sebanyak 415 peserta dari 10 kabupaten/kota di
Jawa Barat mengikuti pelatihan tersebut, mulai dari jenjang TK hingga SLB.
Pelatihan dilaksanakan dengan menggabungkan pembelajaran mandiri melalui Learning Management System (LMS) dan pembelajaran tatap muka. Peserta mendapatkan pendampingan dari widyaiswara UPT GTK serta kepala sekolah mentor dari berbagai jenjang pendidikan.
Khusus calon kepala sekolah jenjang SMK di
Jawa Barat, pelatihan juga melibatkan dunia usaha dan dunia industri melalui kerja sama dengan PT Len Industri (Persero) di Bandung.
Nunuk berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan pemimpin pendidikan yang kompeten, visioner, dan mampu membawa perubahan di sekolah masing-masing.
"Harapannya, dengan dukungan partisipasi pelatihan ini dapat melahirkan pemimpin pendidikan yang kompeten, visioner, dan siap membawa transformasi di sekolah masing-masing," katanya.
Pelatihan BCKS juga berlangsung secara daring di enam UPT lainnya, yakni BGTK Aceh, BGTK Lampung, KGTK Gorontalo, BBGTK Jawa Tengah, BBGTK Jawa Timur, dan BBGTK Sulawesi Selatan. Sebanyak 40 kelas dari berbagai daerah mengikuti kegiatan tersebut secara daring dari UPT masing-masing.
Bagi peserta, pelatihan BCKS tidak hanya memberikan pengetahuan tentang kepemimpinan, tetapi juga menjadi bekal untuk melakukan perubahan ketika nantinya mendapat amanah sebagai kepala sekolah.
Hetty Kusmiati, guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, mengatakan pelatihan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru mengenai kepemimpinan dan pengelolaan sekolah.
"Ilmunya sangat bermanfaat untuk diterapkan sebagai pemimpin di sekolah, menjadi seorang kepala sekolah yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah menuju pendidikan yang gemilang," ujar Hetty.
Ia mengaku memperoleh inspirasi mengenai pengelolaan sekolah, pola pikir kepemimpinan, kompetensi sosial, komunikasi, kemitraan, hingga pengelolaan sumber daya sekolah.
"Saya sudah mendapat inspirasi-inspirasi baru yang mungkin nanti akan saya terapkan ketika saya menjabat sebagai kepala sekolah," ungkapnya.
Peserta lainnya, Budiyanto, guru asal Kabupaten Purwakarta, menilai Program BCKS penting bagi calon pemimpin satuan pendidikan.
"Program BCKS sangat perlu sekali. Program ini harus dirasakan oleh semua kepala sekolah," tuturnya.
Ia pun bertekad melakukan perubahan di sekolah apabila nantinya mendapat kepercayaan untuk menjadi kepala sekolah.
"Saya akan mereformasi pendidikan di sekolah itu ke arah perubahan yang lebih baik lagi, sesuai dengan apa yang saya dapatkan ilmunya dari sini," ujarnya.
Selain calon kepala sekolah, Kemendikdasmen juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kompetensi tenaga kependidikan.
Hingga Agustus 2026, Direktorat KSPSTK melalui Ditjen GTK telah memberikan intervensi pelatihan kepada 633 peserta dan 220 fasilitator.
Sepanjang 2026, pelatihan tenaga kependidikan direncanakan diikuti 1.860 peserta melalui 27 UPT GTK dengan pembiayaan APBN dan APBD.