Medan (buseronline.com) - Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Muryanto Amin SSos MSi mengukuhkan sebanyak 5.263 wisudawan dan wisudawati dalam Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Auditorium USU, Sabtu (22/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026).
Dalam pidatonya, Muryanto menekankan pentingnya keseimbangan antara gelar akademik dan keterampilan dalam menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
Mengangkat tema "Relevansi Lulusan Perguruan Tinggi: Degree vs Skills?", Rektor USU menyebut gelar akademik dan keterampilan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan.
"Ijazah menjadi bukti bahwa seseorang telah menempuh proses pendidikan secara terstruktur dan memenuhi standar akademik, sedangkan keterampilan menunjukkan kemampuan dalam menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan," ujar Muryanto, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, dunia kerja saat ini semakin menitikberatkan pada kompetensi nyata calon tenaga kerja. Pengalaman, portofolio, kemampuan menggunakan teknologi, hasil kerja, hingga rekam jejak menjadi pertimbangan penting dalam proses perekrutan.
Perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran dari credential-based hiring, yang berorientasi pada kualifikasi akademik, menuju skills-based hiring, yang lebih menekankan kemampuan dan kompetensi.
Meski demikian, Muryanto menegaskan bahwa gelar akademik tetap memiliki relevansi. Pendidikan tinggi memberikan fondasi keilmuan yang menjadi bekal bagi seseorang untuk memasuki dunia profesional sekaligus terus mengembangkan kemampuan.
"Gelar tidak kehilangan relevansi. Makna gelar berubah ketika dunia kerja terus berkembang. Gelar bukan lagi tanda bahwa seseorang telah selesai belajar. Gelar menjadi bukti bahwa seseorang telah memiliki fondasi untuk terus belajar," katanya.
Ia pun mendorong para lulusan USU agar tidak hanya menguasai teori, tetapi mampu menerapkan pengetahuan dalam menyelesaikan persoalan nyata. Lulusan juga diminta membangun portofolio, memperbarui keterampilan secara berkelanjutan, serta memperkuat karakter dan reputasi profesional.
"Pengalaman selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi dapat menjadi modal penting dalam memasuki dunia kerja. Berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, serta menghasilkan karya yang menunjukkan kompetensi secara nyata," jelasnya.
Muryanto juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang lulusan tidak semata-mata diukur dari gelar yang dimiliki, tetapi dari kontribusi yang mampu diberikan kepada masyarakat.
"Gelar dapat membuat orang mengetahui latar belakang pendidikan saudara. Namun, kontribusi membuat orang merasakan manfaat keberadaan saudara," tuturnya.
Ia menambahkan, gelar memberikan identitas akademik, sedangkan keterampilan memberikan kemampuan untuk bekerja dan beradaptasi. Keduanya harus diperkuat dengan karakter, integritas, dan kemauan untuk terus belajar.
Pada Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026, lulusan yang dikukuhkan terdiri dari Program Doktor 78 orang, Magister 579 orang, Pendidikan Spesialis 94 orang, Pendidikan Subspesialis 3 orang, Dokter Jenjang Magister 75 orang, Pendidikan Profesi 256 orang, Sarjana 3.439 orang, dan Diploma 739 orang.
Dengan bertambahnya lulusan tersebut, jumlah alumni USU hingga saat ini mencapai 282.395 orang. (RP)