Gempa Flores Berdampak pada 1.378 Satuan Pendidikan, Pembelajaran Tetap Berjalan

Heri - Kamis, 27 Agustus 2026 17:55 WIB
Kemendikdasmen RI memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Keselamatan murid dan guru menjadi prioritas di tengah masih terjadinya gempa susulan dan kondisi sejumlah bangunan sekolah yang berpotensi roboh.

Jakarta (buseronline.com) - Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak 15 Agustus 2026 tidak hanya menimbulkan kerusakan bangunan dan menyebabkan warga mengungsi, tetapi juga berdampak terhadap keberlangsungan pendidikan.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, sebanyak 1.378 satuan pendidikan terdampak bencana tersebut. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Keselamatan murid dan guru menjadi prioritas di tengah masih terjadinya gempa susulan dan kondisi sejumlah bangunan sekolah yang berpotensi roboh. Saat ini, sekitar 116.324 murid terdampak mengikuti pembelajaran dari rumah maupun tempat pengungsian.

Berdasarkan laporan satuan pendidikan, sebanyak 923 sekolah menerapkan pembelajaran dari rumah, 171 sekolah melaksanakan pembelajaran daring, 35 sekolah menggunakan kelas darurat, dan 30 sekolah masih melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Untuk menjaga keberlanjutan pendidikan, Kemendikdasmen menerbitkan Panduan Pembelajaran di Masa Darurat. Panduan tersebut memberikan fleksibilitas kepada sekolah dalam menentukan moda dan materi pembelajaran dengan mengutamakan materi esensial, literasi dan numerasi dasar, serta dukungan psikososial.

"Dalam situasi bencana, keselamatan dan keberlanjutan pendidikan anak harus menjadi perhatian bersama. Kemendikdasmen terus bergerak bersama pemerintah daerah dan seluruh mitra untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan, meskipun dalam kondisi darurat," ujar Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat saat berada di NTT, pada 21 Agustus 2026.

Kemendikdasmen juga menyampaikan belasungkawa atas bencana yang telah menyebabkan 72 orang meninggal dunia, termasuk tiga murid dan satu guru. Gempa juga merusak puluhan ribu rumah serta menyebabkan lebih dari 80 ribu orang mengungsi, termasuk sekitar 38 ribu warga sekolah.

Berdasarkan data Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) per 20 Agustus 2026, sebanyak 1.268 dari 1.378 satuan pendidikan terdampak telah melaporkan kondisi atau sekitar 92 persen.

Dampak tersebut tersebar di tujuh kabupaten dan melibatkan 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan. Kerusakan paling banyak terjadi pada ruang kelas. Dari 8.664 ruang kelas yang terdata, sebanyak 5.521 ruang atau 63,7 persen mengalami kerusakan.

Sebanyak 2.229 ruang kelas mengalami kerusakan berat hingga total. Selain ruang kelas, kerusakan juga terjadi pada laboratorium, perpustakaan, fasilitas sanitasi, dan rumah dinas guru. Sebanyak 502 satuan pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Sejak 16 Agustus 2026, tim Kemendikdasmen telah bergerak dari Labuan Bajo menuju sejumlah wilayah terdampak. Bantuan awal yang disalurkan berupa 4.500 bingkisan anak, paket sembako, 800 school kit, dan 400 family kit.

Bantuan tersebut telah disalurkan ke sejumlah wilayah di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara itu, tim tambahan bergerak menuju Ende, Nagekeo, dan Sikka.

Untuk memulihkan kegiatan belajar mengajar, Kemendikdasmen juga menyiapkan ruang kelas darurat bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat. Sebanyak 100 tenda ruang kelas sedang didistribusikan dan diharapkan mulai digunakan pada pekan berikutnya.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kemendikdasmen Pastikan Hak Belajar Murid Tetap Berjalan di Tengah Karhutla Kalimantan

Pendidikan

Modular Summit 2026 Dorong Guru Ciptakan Pembelajaran Digital yang Kreatif dan Interaktif

Pendidikan

Menkes Tinjau Pelayanan Kesehatan Korban Gempa di RSUD Ruteng

Pendidikan

Kemendikdasmen Siapkan Anggaran Rp61,1 Triliun untuk Pendidikan Tahun 2027

Pendidikan

Papan Interaktif Digital Dorong Guru di Bandung Barat Ciptakan Pembelajaran Lebih Interaktif

Pendidikan

Kemendikdasmen Apresiasi Bengkayang Perkuat Kompetensi Guru di Wilayah Terpencil