Medan (buseronline.com) - Airin Rico Waas resmi dilantik sebagai Bunda PAUD Kota Medan oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Gedung Serbaguna TP PKK Medan, pada 24 Agustus 2026.
Pelantikan tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah pengukuhan serta penyematan selempang dan pin oleh
Rico Waas. Prosesi itu disaksikan Wakil Wali Kota
Medan selaku Wakil Pembina Pokja Bunda
PAUD H. Zakiyuddin Harahap dan Pj Sekda Erfin Fahrurrazi.
Dalam arahannya, Rico Waas menegaskan Bunda PAUD bukan sekadar jabatan simbolis, melainkan amanah untuk memperkuat fondasi pendidikan sekaligus pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Menurutnya, usia 0 hingga 6 tahun merupakan masa penting dalam tumbuh kembang anak sehingga membutuhkan perhatian serius dari keluarga maupun pemerintah.
"Pendidikan anak usia dini sangat penting karena di sinilah fondasinya dibentuk. Kalau fondasinya tidak kuat, tentunya ke depannya akan sulit membangun," ujar Rico.
Rico meminta Bunda
PAUD Kota
Medan bersama Bunda
PAUD kecamatan dan kelurahan menyusun program yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan formal. Program tersebut juga harus mencakup kesehatan, gizi, pola asuh, lingkungan keluarga, kegiatan bermain dan belajar, serta perlindungan anak.
Ia turut menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan rumah yang aman dan sehat. Menurut Rico, apa yang dilihat dan didengar anak sejak usia dini dapat tersimpan dalam memori dan berpengaruh terhadap pembentukan karakter.
"Anak-anak itu memiliki sistem memori yang kadang-kadang kita tidak bisa pahami. Apa yang dia lihat, dia bisa serap. Dia bisa lihat, dia bisa rasakan dan itu membentuk karakternya," ungkapnya.
Rico juga mengingatkan pentingnya kehadiran orang tua dalam masa emas pertumbuhan anak. Kesibukan pekerjaan, katanya, jangan sampai membuat anak kehilangan pendampingan.
Ia mendorong pola belajar yang tetap memberikan ruang kepada anak untuk bermain. Sebab, bermain sambil belajar dinilai dapat membantu perkembangan mentalitas dan otak anak.
"Bunda PAUD ini tidak hanya bicara tentang pendidikan anak usia dini saja, tapi semuanya. Bicara tentang mentalitas, hubungan keluarga, pendidikan, keaktifan bermain dan belajar anak, serta gizinya," katanya.
Di bidang kesehatan dan gizi, Rico meminta perhatian lebih terhadap makanan yang dikonsumsi anak, termasuk mengantisipasi jajanan yang tidak sehat. Pemenuhan gizi yang baik sejak dini dinilai penting untuk mendukung daya tahan tubuh, tumbuh kembang, dan perkembangan otak anak.
Bunda PAUD juga diminta aktif mengidentifikasi berbagai persoalan sosial yang menyangkut anak, mulai dari anak yang dipekerjakan, kurang memperoleh perhatian, tidak mendapatkan pembelajaran yang baik, mengalami persoalan gizi, hingga belum mendapatkan imunisasi.
Bunda
PAUD kecamatan dan kelurahan diharapkan menjadi ujung tombak sosialisasi serta pendampingan di tengah masyarakat.
Rico juga meminta Pokja Bunda PAUD Medan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperbarui strategi dan metode pendidikan anak usia dini. Program yang dibuat harus menyesuaikan kebutuhan setiap wilayah agar kebijakan pemerintah dapat benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia menegaskan pelantikan tersebut jangan hanya berhenti pada seremoni. Selempang yang dikenakan Bunda
PAUD harus menjadi simbol tanggung jawab untuk turun langsung melihat kondisi
PAUD dan kebutuhan anak.
"Jangan selempang hanya ditempelkan di badan saja, tapi lakukan gerakan. Turun ke lapangan, periksa bagaimana PAUD-PAUD kita. Mari kita semuanya bertanggung jawab untuk pendidikan anak usia dini kita," tegas Rico.